Saat alpukat memasuki fase generatif atau usia di atas 3 tahun, fokus pemupukan beralih pada peningkatan unsur fosfor dan kalium untuk merangsang pembungaan serta menguatkan bakal buah. Pemupukan susulan fase ini diberikan sebanyak 3 hingga 4 kali dalam setahun. Pemberian nutrisi pendorong bunga paling efektif dilakukan menjelang musim kemarau pada bulan Mei, saat tanaman mulai menghentikan pertumbuhan tunas daun baru.
Kombinasi pupuk makro dan mikro sangat penting untuk mencegah gangguan fisiologis seperti kerontokan bunga atau daun menguning. Pengapuran menggunakan dolomit sebanyak 1 hingga 2 kilogram per pohon perlu dilakukan setahun sekali jika pH tanah berada di bawah 6,0. Aplikasi pupuk mikro yang disemprotkan melalui daun dapat dilakukan setiap 2 hingga 3 bulan sekali pada pagi hari untuk memaksimalkan penyerapan nutrisi.
Memasuki transisi musim, teknik pengaplikasian pupuk harus diperhatikan agar nutrisi tidak terbuang akibat erosi air hujan. Pembuatan parit melingkar atau rorak di bawah lingkar luar tajuk pohon sejauh 1 hingga 1,5 meter dari batang sangat efektif. Cara ini memastikan akar serabut penyerap hara dapat menjangkau pupuk dengan maksimal tanpa merusak sistem perakaran utama.




