Pada fase pertumbuhan vegetatif aktif, yaitu umur 1 hingga 2 tahun, fokus pemupukan kiwi ditujukan untuk pembentukan tajuk dan batang utama yang kokoh pada sistem panjatan. Berikan pupuk NPK seimbang 16-16-16 sebanyak 200 hingga 300 gram per tanaman yang dibagi dalam 3 sampai 4 kali aplikasi selama musim hujan dengan interval 2 bulan sekali. Taburkan pupuk secara merata di bawah kanopi daun dengan jarak minimal 30 centimeter dari batang utama untuk mencegah kerusakan akar muda.
Memasuki fase generatif atau persiapan pembungaan pada awal musim kemarau sekitar bulan April, formulasi pemupukan kiwi diubah dengan menaikkan unsur Posfor dan Kalium. Aplikasi pupuk tinggi Kalium dan Posfor diberikan sebanyak 150 hingga 250 gram per tanaman setiap 1,5 bulan sekali hingga buah membesar. Unsur Kalium sangat krusial untuk meningkatkan pembentukan bunga, mencegah kerontokan calon buah, serta meningkatkan kadar gula dan bobot buah kiwi saat panen.
Selain hara makro, pemeliharaan pH tanah pada kisaran 5,5 hingga 6,5 sangat penting agar penyerapan pupuk kiwi berjalan optimal. Jika tanah terlalu asam, aplikasikan kapur dolomit sebanyak 500 gram per pohon per tahun pada pertengahan musim kemarau. Padukan pula pemupukan dengan pemberian mulsa organik berupa jerami atau rumput kering setebal 5 hingga 10 centimeter di sekitar piringan tanaman untuk menjaga kelembapan tanah dan suhu perakaran tetap sejuk.