Selain faktor kekurangan air, layu pada jambu air juga sering kali disebabkan oleh serangan patogen tular tanah seperti Fusarium sp. atau Ralstonia solanacearum. Patogen ini menyerang sistem pembuluh xilem, menghentikan transportasi air dan nutrisi dari akar ke bagian atas tanaman meskipun tanah di sekitar perakaran terlihat basah. Infeksi biasanya masuk melalui luka mekanis pada akar saat penyiangan gulma atau akibat gigitan hama tanah yang merusak jaringan muda.
Untuk mendiagnosis masalah ini secara tepat, pekebun perlu memeriksa kelembapan tanah secara berkala menggunakan sekop kecil hingga kedalaman 20 sentimeter di bawah tajuk pohon. Lakukan penyiraman secara mendalam sebanyak tiga kali dalam seminggu pada pagi hari di musim kemarau untuk memastikan air meresap hingga ke zona perakaran aktif. Hindari genangan air yang terlalu lama karena justru akan memicu kebusukan akar dan memudahkan spora jamur patogen berkembang biak dengan cepat.
Pemberian pupuk organik matang sebanyak 10 hingga 15 kilogram per pohon setiap enam bulan sekali sangat dianjurkan untuk memperbaiki kapasitas retensi air tanah dan meningkatkan populasi mikroorganisme baik. Jika tanaman menunjukkan gejala layu yang parah disertai perubahan warna pada batang, pangkas sebagian cabang yang terinfeksi untuk mengurangi beban penguapan. Selalu konsultasikan dengan petugas penyuluh pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian setempat untuk mendapatkan rekomendasi penanganan hayati yang tepat.