Jambu Biji, Penyebab Jambu Biji Layu dan Solusi Pengendaliannya di Musim Kemarau
Duy Le Duc / Pexels

Penyebab Jambu Biji Layu dan Solusi Pengendaliannya di Musim Kemarau

Tanaman jambu biji yang mengalami layu dapat disebabkan oleh stres kekeringan musim kemarau maupun serangan patogen tular tanah seperti jamur dan bakteri.

Jawaban singkat

Batang dan daun jambu biji yang mendadak layu merupakan masalah krusial yang sering dihadapi petani di seluruh wilayah Indonesia, khususnya saat memasuki puncak musim kemarau antara bulan Juni hingga September. Kelayuan pada tanaman ini tidak boleh dianggap remeh karena dapat berujung pada kematian pohon secara permanen dalam hitungan minggu. Langkah awal yang sangat menentukan adalah membedakan apakah layu tersebut murni akibat stres kekurangan air atau disebabkan oleh infeksi patogen tular tanah yang merusak sistem pembuluh pembawa hara.

Ringkas: Jambu Biji

Cahaya
Cahaya matahari penuh minimal 6-8 jam per hari
Penyiraman
Siram 2-3 kali seminggu saat kemarau, kurangi saat hujan
Musim
Tanam awal musim hujan (Oktober-November), panen sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman ini toleran terhadap berbagai jenis tanah asal drainase baik.

Ketika musim kemarau melanda, pohon jambu biji produktif berusia di atas dua tahun membutuhkan setidaknya 20 hingga 30 liter air per pohon, yang diberikan 2 sampai 3 kali dalam seminggu pada area perakaran di bawah tajuk luar. Pemberian mulsa organik dari jerami atau rumput kering setebal 5 hingga 10 sentimeter di sekeliling piringan pohon sangat efektif menahan penguapan air tanah. Pengolahan tanah yang terlalu dekat dengan pangkal batang utama sejauh 50 sentimeter juga harus dihindari agar akar serabut tidak terluka dan menjadi jalan masuk penyakit.

Jika layu tetap terjadi meskipun tanah dalam kondisi lembap, kemungkinan besar terjadi serangan jamur Fusarium atau bakteri Ralstonia. Pengendalian secara hayati dapat dilakukan dengan mengaplikasikan agen antagonis seperti Trichoderma atau Pseudomonas fluorescens sebanyak 100 hingga 200 gram yang dicampur dengan 5 sampai 10 kilogram pupuk kandang matang per piringan pohon. Aplikasi agen hayati ini sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan atau saat transisi kemarau secara rutin setiap 3 bulan sekali.

Pemulihan pohon yang mulai tampak layu memerlukan tindakan pengurangan beban penguapan air dengan melakukan pemangkasan 30 hingga 50 persen ranting serta daun muda yang tidak produktif. Hindari pemberian pupuk kimia berunsur nitrogen tinggi saat tanaman sedang mengalami kelayuan karena dapat memperparah tingkat stres fisiologis dan mempercepat pembusukan akar. Selalu gunakan alat pangkas yang telah disterilkan dengan alkohol atau air sabun setiap kali berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya.

Penyebab & Cara Mengatasi

Stres Kekeringan Musim Kemarau

Ciri: Daun layu dan terkulai pada siang hari namun kembali segar di pagi hari, tanah sekitar piringan pecah-pecah.

Solusi: Lakukan penyiraman secara mendalam 2-3 kali seminggu dan berikan mulsa organik setebal 10 cm.

Layu Jamur Fusarium

Ciri: Daun menguning mulai dari bagian bawah sebelum layu, jaringan pembuluh di dalam batang berwarna cokelat tua.

Solusi: Potong bagian yang terinfeksi, aplikasikan jamur antagonis Trichoderma pada tanah, dan perbaiki drainase.

Layu Bakteri (Ralstonia solanacearum)

Ciri: Tanaman layu secara mendadak saat daun masih berwarna hijau segar, jika batang dipotong dan dicelup air keluar lendir putih.

Solusi: Cabut dan bakar tanaman yang terinfeksi berat, taburkan kapur pertanian untuk meningkatkan pH tanah.

Serangan Nematoda Purut Akar

Ciri: Pertumbuhan kerdil, daun menguning pucat, terdapat bintil-bintil membengkak pada akar halus.

Solusi: Berikan bahan organik tinggi dan aplikasikan bakteri atau jamur nematisida hayati pada sekitar akar.

Langkah-langkah

  1. Identifikasi gejala layu dengan memeriksa kelembapan tanah dan mengamati perubahan warna daun pada pagi serta siang hari.
  2. Uji potongan ranting atau akar kecil dalam wadah berisi air bersih untuk melihat apakah ada lendir bakteri yang keluar.
  3. Pangkas 30 sampai 50 persen tajuk dan ranting non-produktif untuk mengurangi beban penguapan air pada pohon.
  4. Aplikasikan agen hayati penolak patogen tanah dan berikan mulsa organik di sekeliling piringan tajuk pohon.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah jambu biji yang layu karena kekeringan bisa pulih kembali?

Bisa, selama jaringan pembuluh belum rusak parah. Lakukan penyiraman secara bertahap dan beri mulsa organik.

Bagaimana cara membedakan layu bakteri dan layu jamur secara cepat?

Layu bakteri membuat daun layu mendadak saat masih hijau, sedangkan layu jamur diawali dengan daun yang menguning bertahap.

Bolehkah menyiram tanaman jambu biji yang layu di siang hari?

Tidak disarankan. Siramlah pada pagi atau sore hari agar air tidak langsung menguap dan akar tidak mengalami kaget suhu.

Mengapa pemangkasan daun perlu dilakukan saat tanaman layu?

Pemangkasan mengurangi area penguapan air sehingga beban kerja akar yang sedang terganggu dapat berkurang.

Apakah kapur pertanian bisa membantu mengatasi layu bakteri?

Kapur pertanian membantu menaikkan pH tanah. Tanah yang netral dapat menekan perkembangan beberapa patogen bakteri tular tanah.

Lebih lanjut tentang Jambu Biji

Panduan terkait

Tanaman Layu, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.