Selain faktor kekurangan air murni, gejala layu pada jambu biji saat kemarau kerap disamakan dengan serangan patogen tular tanah. Penyakit layu fusarium atau infeksi bakteri tertentu sangat aktif menyerang sistem vaskular tanaman, terutama ketika jaringan pembuluh melemah akibat cekaman kekeringan. Patogen ini menyumbat saluran air di dalam batang, sehingga meskipun tanah sekitar agak lembap atau baru disiram, air tetap tidak bisa naik ke tajuk daun.
Untuk membedakan penyebabnya, petani perlu memeriksa kelembapan tanah secara mendalam serta mengamati kondisi pangkal batang dan akar. Jika tanah benar-benar kering kerontang dan daun kembali segar beberapa jam setelah disiram banyak, maka masalahnya murni dehidrasi. Namun, jika layu terjadi secara sepihak pada satu cabang saja atau disertai perubahan warna kecoklatan pada jaringan kayu di bawah kulit batang, patogen vaskular adalah dalang utamanya.
Penanganan yang tepat sasaran sangat menentukan keselamatan pohon jambu biji kesayangan Anda. Pemberian mulia organik di sekeliling tajuk, penyiraman teratur sebanyak tiga kali seminggu secara mendalam, serta perbaikan drainase mikro sangat dianjurkan untuk memulihkan vigor tanaman. Apabila ditemukan gejala serangan patogen berat, pemangkasan bagian yang sakit dan konsultasi dengan petugas Balai Penyuluhan Pertanian setempat menjadi langkah bijak.