Penyebab pertama adalah kekurangan air. Ciri khasnya: daun menguning mulai dari ujung, menggulung, dan tanah di sekitar pangkal batang kering retak. Pada musim kemarau, kelengkeng dewasa perlu disiram 2-3 kali seminggu dengan volume 20-40 liter per pohon, tergantung ukuran. Jika tidak, lakukan penyiraman rutin dan beri mulsa organik setebal 5-10 cm di zona perakaran untuk menahan lengas.
Penyebab kedua adalah serangan jamur akar (Fusarium atau Phytophthora). Ciri pembeda: layu terjadi mendadak meski tanah lembab, akar membusuk berwarna coklat kehitaman, dan batang bawah mengeluarkan getah. Jamur ini aktif di tanah yang tergenang atau drainase buruk. Solusinya: perbaiki drainase, hindari genangan, dan aplikasikan fungisida berbahan aktif sesuai rekomendasi BPP setempat. Jangan lupa membersihkan sisa tanaman sakit.
Penyebab ketiga adalah serangan hama penggerek batang (Zeuzera coffeae). Ciri: terdapat lubang gerekan pada batang atau cabang, disertai serbuk gerek berwarna coklat. Daun layu dan rontok pada satu sisi tajuk. Solusinya: potong dan bakar bagian terserang, lalu injeksikan insektisida sistemik ke lubang gerekan. Konsultasikan dengan penyuluh untuk dosis tepat. Lakukan pencegahan dengan menjaga kebersihan kebun dan memangkas cabang sakit.