Pemeriksaan awal harus difokuskan pada kondisi tanah sekitar perakaran serta pola layu pada tajuk tanaman. Jika seluruh bagian daun terkulai secara bersamaan pada siang hari dan kembali segar di pagi hari, stres air adalah penyebab utama. Namun, apabila layu terjadi secara bertahap dimulai dari satu sisi cabang saja disertai perubahan warna daun, kita harus mencurigai adanya gangguan pada sistem pembuluh atau akar tanaman.
Penanganan yang salah, seperti langsung memberikan pupuk kimia dosis tinggi pada tanaman jeruk yang sedang layu karena stres kemarau, justru akan mempercepat kematian jaringan tanaman. Langkah pemulihan harus dimulai dari perbaikan manajemen irigasi secara bertahap, pemberian naungan sementara, serta aplikasi bahan organik untuk memperbaiki kapasitas tukar kation dan kelembaban tanah di zona perakaran.
Pencegahan jangka panjang di wilayah tropis memerlukan konsistensi dalam pemeliharaan kesuburan tanah dan penggunaan bibit bersertifikat yang bebas penyakit. Pengaturan jarak tanam yang ideal serta sanitasi kebun yang baik akan menekan risiko serangan patogen tular tanah yang sering memperparah dampak kekeringan pada tanaman jeruk di kebun rakyat.