Meskipun cuaca panas dan kering, masalah busuk akar akibat Phytophthora tetap bisa mengintai jika pola penyiraman tidak teratur atau terdapat genangan sisa penyiraman sebelumnya. Jamur ini merusak pembuluh kayu sehingga tanaman tidak sanggup menyalurkan air ke daun. Gejalanya ditandai dengan daun pucat yang tetap menggantung lemas meski kondisi tanah di kedalaman 10 sampai 15 sentimeter masih terasa basah.
Faktor ketiga yang sering terabaikan adalah serangan hama penggerek batang atau kumbang ambrosia. Hama ini membuat lubang-lubang kecil berdiameter 1 sampai 2 milimeter pada batang utama atau cabang primer. Kerusakan jaringan vaskular akibat gigitan dan infeksi sekunder dari jamur bawaan hama membuat pasokan nutrisi terputus, menyebabkan ranting bagian atas layu dan mengering dalam waktu 7 hingga 14 hari.
Penanganan alpukat layu memerlukan tindakan sistematis sesuai hasil diagnosis piringan dan batang tanaman. Pengaturan jadwal penyiraman secara teratur, perbaikan struktur tanah dengan bahan organik sebanyak 10 hingga 15 kilogram per pohon, serta pangkas sanitasi bagian yang terserang merupakan langkah pemulihan awal yang wajib diterapkan oleh para petani di seluruh wilayah Indonesia.





