Penyebab pertama yang paling sering ditemui adalah dehidrasi parah karena akar tidak mampu mencukupi kebutuhan transpirasi daun di bawah terik matahari. Pada kondisi ini, daun akan terkulai lemas, mengering, lalu rontok secara masif dari bagian atas ke bawah. Untuk mengatasi hal ini, terapkan penyiraman dalam sebanyak 20 hingga 30 liter air per pohon setiap tiga hari sekali pada pagi atau sore hari, serta aplikasikan mulsa organik setebal 10 sentimeter di piringan pohon untuk menjaga kelembapan tanah.
Penyebab kedua yang harus diwaspadai adalah infeksi jamur tular tanah yang menyerang sistem perakaran ketika pertukaran udara di dalam tanah memburuk. Gejala khasnya adalah daun layu secara permanen meskipun tanah di sekitar pohon terlihat basah, disertai perubahan warna pada jaringan kayu di bawah kulit batang menjadi kecokelatan. Penanganan kasus ini memerlukan perbaikan sistem drainase lahan agar air tidak menggenang, pemangkasan cabang untuk mengurangi beban transpirasi, serta pemberian bahan pembenah tanah.
Sebagai langkah pencegahan jangka panjang di iklim tropis Indonesia, pastikan pemupukan dilakukan berimbang dengan porsi unsur hara makro dan mikro yang cukup untuk meningkatkan ketahanan alami tanaman. Hindari melukai akar saat melakukan penyiangan gulma di sekitar tajuk pohon agar patogen tidak mudah masuk melalui luka. Selalu pantau kondisi cuaca dan sesuaikan volume air irigasi agar tanaman alpukat tetap produktif dan sehat sepanjang tahun.