Berdasarkan pengalaman di lapangan, daun muda yang baru tumbuh paling rentan mengalami keriting karena jaringan selnya belum sempurna. Serangan hama kecil yang bersembunyi di balik daun sering kali menjadi biang keladi utama yang mengisap cairan daun, sementara faktor cuaca panas memperparah penguapan air dari jaringan tanaman.
Untuk mengatasi masalah ini secara efektif, kita perlu melakukan pengamatan rutin setiap tiga hari sekali terutama pada pucuk-pucuk daun muda. Pemangkasan bagian tanaman yang terserang parah juga penting dilakukan agar tidak menjadi sumber penularan bagi tunas-tunas sehat di sekitarnya.
Selain penanganan langsung pada tanaman, perbaikan kesuburan tanah melalui penambahan pupuk organik matang sebanyak 10 hingga 15 kilogram per pohon setiap enam bulan sekali akan memperkuat ketahanan fisik durian. Kombinasi penyiraman teratur dan naungan sementara saat musim kemarau ekstrem terbukti ampuh menjaga kesegaran tajuk tanaman.