Pengamatan rutin setidaknya 2 hari sekali pada pagi hari sangat dianjurkan untuk memeriksa bagian bawah daun muda alpukat. Hama seperti thrips, kutu daun, dan tungau merah kerap bersembunyi di balik permukaan daun dan mengisap cairan sel hingga daun tumbuh abnormal dan mengkerut. Penanganan sejak dini saat tingkat kerusakan masih di bawah 10 persen akan jauh lebih efektif dibandingkan pengobatan saat kerusakan sudah meluas ke seluruh kanopi.
Pasokan air yang tidak stabil selama musim kemarau juga menjadi faktor utama penyebab daun alpukat menggulung. Tanaman alpukat berumur 1 hingga 3 tahun membutuhkan penyiraman sebanyak 20 hingga 30 liter air per pohon, diberikan setiap 2 hari sekali pada pagi atau sore hari. Pemberian mulsa jerami atau rumput kering setebal 8 hingga 10 cm di sekeliling piringan kanopi sangat membantu mempertahankan kelembapan tanah dan menekan suhu zona perakaran.
Selain faktor lingkungan dan hama, sanitasi kebun yang buruk dapat memperparah kondisi tanaman. Pemangkasan tunas air dan cabang yang saling bertumpuk perlu dilakukan minimal 1 kali setiap 3 bulan untuk menjaga sirkulasi udara di dalam kanopi. Daun-daun yang terinfeksi parah sebaiknya dipetik manual dan dibakar atau dikubur setidaknya 5 meter dari area pertanaman guna memutus siklus hidup organisme pengganggu tanaman.





