Penyebab utama yang paling sering ditemukan adalah serangan hama kutu daun (aphids), thrips, dan tungau yang mengisap cairan pada tunas muda. Jika dibiarkan tanpa penanganan selama 2 hingga 3 minggu, serangan ini dapat menghentikan fase pertumbuhan vegetatif dan menggagalkan pembentukan bunga. Selain hama, stres air akibat penyiraman yang kurang dari 10 liter per pohon per hari di musim kemarau juga membuat daun melengkung sebagai mekanisme pertahanan diri.
Untuk mengatasi masalah ini secara efektif, periksa bagian bawah permukaan daun setiap 3 hari sekali. Lakukan pemangkasan sanitasi pada ranting yang terserang berat sebanyak 10 hingga 20 sentimeter dari ujung pucuk, lalu bakar atau kubur limbahnya agar tidak menular. Aplikasikan semprotan air bertekanan sedang atau larutan sabun cuci piring lembut dosis 5 mililiter per liter air pada pagi hari pukul 06.00 hingga 08.00 WIB untuk membersihkan hama secara fisik.
Setelah hama terkendali, pulihkan kondisi tanaman dengan memberikan pupuk organik cair sebanyak 200 mililiter yang dilarutkan dalam 10 liter air setiap 2 minggu sekali. Tambahkan pula pupuk NPK seimbang dosis 100 gram per pohon muda atau 250 gram untuk pohon dewasa yang ditaburkan merata di bawah kanopi. Penyiraman rutin sebanyak 2 kali sehari pada pagi dan sore hari sangat dianjurkan untuk menjaga kelembapan tanah di sekitar perakaran.





