Jambu Biji, Penyebab Daun Jambu Biji Keriting dan Cara Mengatasinya
Duy Le Duc / Pexels

Penyebab Daun Jambu Biji Keriting dan Cara Mengatasinya

Daun jambu biji yang keriting umumnya disebabkan oleh serangan hama pengisap cairan tanaman atau stres kekurangan air pada musim kemarau.

Jawaban singkat

Masalah daun keriting pada tanaman jambu biji (Psidium guajava) sering kali meningkat drastis saat memasuki puncak musim kemarau, antara bulan Mei hingga September. Kondisi udara yang kering dan suhu udara yang tinggi mempercepat siklus perkembangbiakan hama pengisap. Tanaman yang mengalami keriting daun akan terhambat fotosintesisnya, sehingga pertumbuhan pucuk baru terhenti dan pembentukan buah jambu menjadi tidak maksimal.

Ringkas: Jambu Biji

Cahaya
Cahaya matahari penuh minimal 6-8 jam per hari
Penyiraman
Siram 2-3 kali seminggu saat kemarau, kurangi saat hujan
Musim
Tanam awal musim hujan (Oktober-November), panen sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman ini toleran terhadap berbagai jenis tanah asal drainase baik.

Serangga pengisap seperti kutu daun (aphids), thrips, dan tungau adalah dalang utama di balik perubahan bentuk daun jambu biji. Hama-hama ini menusuk jaringan daun muda dan mengisap cairan selnya, menyebabkan sel-sel daun tumbuh tidak seimbang dan akhirnya mengkerut, menggulung, atau melengkung. Pemeriksaan rutin pada bagian bawah daun muda setidaknya 2 kali seminggu sangat penting untuk mendeteksi keberadaan serangga mikroskopis ini sebelum populasi melonjak.

Selain hama, Stres pasokan air pada piringan akar selama musim kemarau panjang juga memicu mekanisme pertahanan diri jambu biji. Saat tanah mengering, tanaman menggulung daunnya ke dalam untuk mengurangi laju transpirasi atau penguapan. Untuk pohon dewasa berusia di atas 2 tahun, pemberian air sebanyak 20 hingga 30 liter per pohon yang dilakukan setiap 2 sampai 3 hari sekali sangat efektif menjaga kesegaran sel daun dan mencegah penggulungan akibat dehidrasi.

Pengendalian keriting daun secara terpadu dapat dimulai dengan pemangkasan sanitasi pada tunas dan daun yang rusak parah sepanjang 10 hingga 15 cm dari ujung tajuk. Penggunaan penyemprotan bahan nabati seperti minyak mimba atau larutan sabun pembasuh organik dapat diaplikasikan rutin 5 hari sekali pada pagi atau sore hari. Apabila serangan meluas, konsultasikan penggunaan bahan aktif kimia ke petugas penyuluh pertanian lapangan setempat agar sesuai dengan rekomendasi teknis.

Penyebab & Cara Mengatasi

Kutu Daun (Aphids) dan Kutu Putih

Ciri: Daun menggulung ke bawah, terasa lengket karena embun madu, dan sering ditumbuhi jamur jelutut hitam di permukaan daun.

Solusi: Semprotkan pangkasan tunas terserang, aplikasikan pestisida nabati atau air sabun encer pada bagian bawah daun secara merata.

Hama Thrips dan Tungau

Ciri: Daun keriting melengkung ke atas, terdapat bercak keperakan atau cokelat keperakan pada permukaan bawah daun, dan tekstur daun menjadi kaku kusam.

Solusi: Tingkatkan kelembapan kanopi dengan penyiraman teratur, gunakan perangkap perekat kuning, dan aplikasikan agen hayati atau minyak hayati.

Stres Kekurangan Air (Kekeringan)

Ciri: Daun menggulung secara seragam ke dalam tanpa adanya jelaga hitam, bekas gigitan, atau bercak hama di bagian bawah daun.

Solusi: Lakukan penyiraman intensif 20-30 liter per pohon tiap 2 hari sekali dan tutup area piringan tanah menggunakan mulsa organik setebal 5-10 cm.

Langkah-langkah

  1. Amati bagian bawah daun yang keriting menggunakan kaca pembesar untuk mengidentifikasi apakah terdapat kutu, thrips, atau tungau.
  2. Pangkas semua pucuk muda dan daun yang keriting parah sepanjang 10-15 cm, kemudian kumpulkan dan bakar jauh dari area kebun.
  3. Berikan air secara memadai pada area piringan akar sebanyak 20-30 liter per pohon setiap 2-3 hari sekali pada pagi hari.
  4. Semprotkan pestisida nabati berbahan dasar minyak mimba atau ekstrak daun pembasmi hama ke seluruh permukaan daun setiap 5-7 hari sekali.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah daun jambu biji yang sudah keriting bisa kembali lurus?

Tidak, jaringan daun yang sudah rusak dan keriting tidak bisa kembali normal. Langkah terbaik adalah memangkasnya agar memicu pertumbuhan tunas baru yang sehat.

Mengapa gejala daun keriting makin parah saat puncak musim kemarau?

Suhu panas dan udara kering mempercepat siklus reproduksi hama pengisap seperti thrips dan kutu daun, sekaligus meningkatkan tingkat stres air pada tanaman.

Bolehkah menggunakan air sabun pencuci piring untuk mengatasi keriting daun?

Boleh, larutan sabun pencuci piring yang sangat encer dapat membantu melarutkan lapisan lilin pelindung hama pengisap. Semprotkan pada sore hari agar daun tidak terbakar.

Bagaimana membedakan daun keriting akibat kurang air dan akibat hama?

Keriting akibat kurang air terjadi merata tanpa bekas bintik atau cairan lengket. Sementara keriting akibat hama ditandai adanya bintik cokelat, benang halus, atau lapisan embun madu di bawah daun.

Lebih lanjut tentang Jambu Biji

Panduan terkait

Daun Keriting, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.