Serangga pengisap seperti kutu daun (aphids), thrips, dan tungau adalah dalang utama di balik perubahan bentuk daun jambu biji. Hama-hama ini menusuk jaringan daun muda dan mengisap cairan selnya, menyebabkan sel-sel daun tumbuh tidak seimbang dan akhirnya mengkerut, menggulung, atau melengkung. Pemeriksaan rutin pada bagian bawah daun muda setidaknya 2 kali seminggu sangat penting untuk mendeteksi keberadaan serangga mikroskopis ini sebelum populasi melonjak.
Selain hama, Stres pasokan air pada piringan akar selama musim kemarau panjang juga memicu mekanisme pertahanan diri jambu biji. Saat tanah mengering, tanaman menggulung daunnya ke dalam untuk mengurangi laju transpirasi atau penguapan. Untuk pohon dewasa berusia di atas 2 tahun, pemberian air sebanyak 20 hingga 30 liter per pohon yang dilakukan setiap 2 sampai 3 hari sekali sangat efektif menjaga kesegaran sel daun dan mencegah penggulungan akibat dehidrasi.
Pengendalian keriting daun secara terpadu dapat dimulai dengan pemangkasan sanitasi pada tunas dan daun yang rusak parah sepanjang 10 hingga 15 cm dari ujung tajuk. Penggunaan penyemprotan bahan nabati seperti minyak mimba atau larutan sabun pembasuh organik dapat diaplikasikan rutin 5 hari sekali pada pagi atau sore hari. Apabila serangan meluas, konsultasikan penggunaan bahan aktif kimia ke petugas penyuluh pertanian lapangan setempat agar sesuai dengan rekomendasi teknis.





