Penyebab paling umum adalah tungau (mite) atau kutu putih (mealybug). Tungau menyebabkan daun keriting, mengkilap, dan berwarna perunggu. Kutu putih meninggalkan embun madu dan jelaga. Periksa bagian bawah daun dengan kaca pembesar untuk melihat hama kecil atau serbuk putih.
Penyebab kedua adalah infeksi jamur seperti embun tepung (powdery mildew) atau antraknosa. Embun tepung muncul sebagai tepung putih pada permukaan daun. Antraknosa menyebabkan bercak coklat dan daun keriting. Jamur lebih sering muncul saat kelembaban tinggi meski musim kemarau, misalnya akibat penanaman rapat atau drainase buruk.
Penyebab ketiga adalah stres kekeringan. Pada musim kemarau ekstrem, daun kelengkeng bisa menggulung untuk mengurangi penguapan. Ciri lainnya adalah tanah kering dan daun layu. Lakukan penyiraman rutin dan mulsa untuk menjaga kelembaban.