Pada kondisi kemarau panas dengan suhu di atas 32 derajat Celsius, tingkat kelembapan udara menurun drastis sehingga memicu perkembangbiakan hama penghisap cairan tanaman secara masif. Hama seperti thrips, kutudaun, dan tungau menyerang tunas muda yang baru berumur 7 hingga 14 hari. Tanaman yang kekurangan pasokan air penyiraman rutin 1 sampai 2 kali sehari juga akan menunjukkan respon pertahanan diri berupa penutupan helai daun hingga tampak mengerut.
Penanganan masalah ini memerlukan pendekatan tepat sasaran berdasarkan penyebab utamanya agar tidak membuang energi dan biaya. Pemangkasan sanitasi pada tunas yang terserang berat harus dilakukan setiap 2 atau 3 minggu sekali untuk memutus siklus hidup hama. Penambahan pupuk organik padat sebanyak 5 sampai 10 kilogram per pohon serta penyiraman teratur sebanyak 20 hingga 30 liter air per tanaman dewasa sangat dianjurkan selama musim kering.
Penggunaan bahan pengendali hayati atau minyak nabati dapat diaplikasikan seminggu sekali pada pagi hari sebelum pukul 08.00 WIB untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Pekebun disarankan selalu memantau bagian bawah helai daun setidaknya 2 kali seminggu. Apabila pencegahan dilakukan sejak dini pada fase trubus, tajuk tanaman kelengkeng dapat kembali rimbun dan sehat dalam waktu 3 hingga 4 minggu.





