Penyebab utama adalah jamur Phytophthora spp. dan Fusarium spp. yang berkembang di tanah drainase buruk. Ciri pembeda: Phytophthora menyebabkan akar berair dan kulit akar mudah terkelupas, sedangkan Fusarium membuat akar kering dan berserat. Keduanya aktif pada suhu 25–30°C dan pH tanah asam (<5,5).
Langkah pertama: perbaiki drainase dengan membuat bedengan setinggi 30–50 cm dan saluran air selebar 20–30 cm. Kurangi frekuensi penyiraman menjadi 2–3 hari sekali saat hujan deras. Aplikasikan kapur dolomit (2–5 kg/pohon dewasa) untuk menaikkan pH ke 6,0–6,5. Jika sudah parah, potong akar busuk hingga jaringan sehat, lalu olesi fungisida berbahan aktif fosetil-Al atau metalaksil sesuai label.
Cegah dengan menanam di tanah gembur dan tidak memadat. Beri jarak tanam 6–8 m antar pohon. Saat musim hujan, mulsa jerami setebal 5–10 cm di sekitar pangkal batang untuk mengurangi percikan air tanah. Pantau kelembaban menggunakan soil moisture meter; siram hanya jika tanah kering sedalam 5 cm.