Langkah utama dalam menangani busuk akar di kebun kelengkeng adalah membenahi sistem drainase mikro dan makro di sekitar piringan pohon. Buatlah saluran drainase melingkar sejajar batas tajuk luar dengan lebar 40 cm dan kedalaman 50 cm untuk mengalirkan genangan air hujan secara cepat. Tanah yang tergenang tanpa sirkulasi udara akan membuat sel-sel akar kelengkeng mati lemas (asfiksia), sehingga membuka jalan masuk bagi infeksi jamur pembusuk akar.
Selain pembenahan tanah, sanitasi tajuk tanaman juga wajib dilakukan selama periode hujan intensif dari bulan November hingga Februari. Lakukan pemangkasan pemeliharaan sebesar 20 hingga 30 persen pada cabang-cabang dalam yang rimbun dan tidak produktif. Pemangkasan ini bertujuan meningkatkan penetrasi sinar matahari serta sirkulasi udara di area bawah piringan pohon, sehingga kelembapan permukaan tanah dapat berkurang secara alami.
Untuk memulihkan kesehatan tanah dan menekan populasi patogen, berikan bahan organik yang telah terdekomposisi sempurna sebanyak 20 hingga 30 kg per pohon dewasa setiap 3 bulan sekali. Campurkan agens hayati pengurai atau kompetitor alami ke dalam kompos tersebut sebelum diaplikasikan ke tanah. Hindari penggunaan pupuk kandang segar yang belum matang karena proses fermentasinya di dalam tanah justru memicu kenaikan suhu dan mengundang perkembangan mikroba jahat.





