Diagnosis yang akurat sangat menentukan keberhasilan penyelamatan tanaman jambu biji yang menunjukkan gejala kemunduran seperti daun menguning, layu mendadak, atau kerontokan buah. Kita harus membedakan apakah busuk akar ini disebabkan oleh infeksi jamur tanah seperti Phytophthora, serangan nematoda puru akar, atau murni akibat keracunan air karena kondisi tanah yang tergenang. Masing-masing penyebab memiliki karakteristik visual yang khas pada jaringan akar yang membusuk, sehingga penanganannya pun harus disesuaikan secara spesifik.
Langkah pemulihan fisik harus segera dilakukan begitu diagnosis ditegakkan, dimulai dengan mengurangi kelembapan tanah, memangkas bagian tanaman di atas permukaan untuk mengurangi penguapan, dan memperbaiki saluran air di sekitar kebun. Penggunaan bahan pembenah tanah organik yang kaya mikroorganisme baik sangat dianjurkan untuk menekan populasi patogen merugikan di dalam tanah. Hindari penggunaan bahan kimia secara berlebihan dan selalu utamakan kesehatan ekosistem tanah jangka panjang demi produktivitas tanaman jambu biji.
Sebagai pencegahan di musim hujan berikutnya, pekebun diimbau untuk membuat gundukan atau meninggikan bedengan tanam minimal 30 sentimeter dari permukaan tanah sekitar agar air tidak menggenang di pangkal batang. Pemupukan berimbang dengan porsi unsur hara makro dan mikro yang tepat akan memperkuat dinding sel akar jambu biji. Kunjungan rutin ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) setempat akan sangat membantu dalam mendapatkan rekomendasi pengendalian hayati yang paling sesuai dengan kondisi spesifik lahan Anda.