Jeruk, Akar Jeruk Busuk: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Lukas Blazek / Pexels

Akar Jeruk Busuk: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pembusukan akar pada tanaman jeruk saat musim hujan umumnya disebabkan oleh genangan air berlebih dan serangan cendawan patogen seperti Phytophthora sp. atau Fusarium sp.

Jawaban singkat

Pembusukan akar jeruk merupakan ancaman serius bagi petani jeruk di seluruh Indonesia, terutama saat memasuki puncak musim hujan antara bulan November hingga Maret. Curah hujan tinggi yang melebihi 2.000 mm per tahun, dikombinasikan dengan drainase kebun yang buruk, membuat tanah di sekitar perakaran menjadi tergenang air lebih dari 24 jam. Kondisi anaerobik ini memicu kerusakan jaringan akar halus sehingga tanaman jeruk tidak mampu menyerap hara secara optimal.

Ringkas: Jeruk

Cahaya
Jeruk membutuhkan sinar matahari penuh (minimal 6-8 jam per hari) untuk pertumbuhan dan pembuahan optimal.
Penyiraman
Siram 2-3 kali seminggu saat musim kemarau, kurangi saat hujan. Hindari genangan air karena dapat menyebabkan busuk akar.
Musim
Musim tanam awal hujan (Oktober-Desember). Panen utama pada musim kemarau (Mei-Agustus) tergantung varietas.
Tingkat Kesulitan
Sedang

Jeruk memerlukan perawatan rutin dan pengendalian hama penyakit yang konsisten, terutama di daerah dengan kelembaban tinggi.

Gejala awal busuk akar jeruk sering kali tidak disadari karena terjadi di bawah permukaan tanah, tetapi tanda fisik pada tajuk akan terlihat dalam rentang 7 hingga 14 hari setelah infeksi. Daun jeruk mulai menguning secara merata, layu di siang hari meski tanah basah, dan gugur secara massal hingga menyebabkan percabangan meranggas. Jika dibiarkan tanpa tindakan korektif, produktivitas buah jeruk dapat merosot hingga 80 persen bahkan mengakibatkan kematian pohon secara total.

Penanganan efektif membutuhkan pendekatan secara mekanis dan biologis, dimulai dengan pembuatan saluran drainase pembuang air berkedalaman minimal 50 cm di antara barisan tanaman. Petani disarankan untuk memangkas cabang yang meranggas sebanyak 20 hingga 30 persen guna mengurangi beban penguapan pada pohon yang sedang stres. Selain itu, piringan pohon sejauh radius 1 meter dari batang utama harus dibersihkan dari gulma dan mulsa basah agar sirkulasi udara di area pangkal batang tetap terjaga.

Pengaplikasian bahan hayati seperti agen hayati Trichoderma sp. sebanyak 100 hingga 200 gram per pohon yang dicampur dengan pupuk kandang matang seberat 5 kg dapat diberikan pada awal dan akhir musim hujan. Langkah pencegahan ini sangat penting untuk menekan populasi jamur patogen di dalam tanah secara berkelanjutan. Jika serangan berlanjut, pemanfaatan bahan pembasmi jamur sistemik sesuai anjuran petugas lapangan dapat dipertimbangkan tanpa memicu resistensi patogen.

Penyebab & Cara Mengatasi

Busuk Akar Phytophthora (Phytophthora sp.)

Ciri: Kulit batang dekat permukaan tanah tampak basah, terkelupas, mengeluarkan lendir cokelat kehitaman (blendok), dan akar serabut berwarna cokelat gelap serta lunak saat dipijat.

Solusi: Perbaiki drainase kebun, kelupas jaringan kulit batang yang busuk lalu olesi dengan bahan penutup luka tanaman, dan hindari genangan air di piringan.

Layu Fusarium (Fusarium sp.)

Ciri: Berkas pembuluh xilem pada akar dan batang bagian dalam berwarna cokelat kehitaman saat dibelah, serta daun menguning bertahap dari bagian bawah ke atas.

Solusi: Taburkan agen hayati Trichoderma sp. ke area perakaran dan aplikasikan kapur pertanian (dolomit) untuk menaikkan pH tanah mendekati angka netral.

Asfiksia Akar (Akar Kekurangan Oksigen)

Ciri: Akar mengeluarkan aroma busuk terfermentasi tanpa disertai lendir blendok pada batang utama, dan kondisi tanah di sekitar tanaman sangat padat serta becek.

Solusi: Buat parit pembuangan air di sekeliling piringan tanam dan gemburkan tanah bagian luar secara perlahan agar udara dapat masuk.

Langkah-langkah

  1. Buat parit drainase pembuangan air di antara barisan tanaman jeruk dengan kedalaman 40 hingga 50 cm agar air hujan langsung mengalir keluar kebun.
  2. Pangkas 20 hingga 30 persen cabang dan ranting yang kering atau meranggas untuk mengurangi penguapan dan beban kerja akar yang rusak.
  3. Taburkan kapur dolomit sebanyak 1 hingga 2 kg per piringan pohon jika pH tanah terukur di bawah 5,5 guna menekan perkembangan cendawan patogen.
  4. Kucurkan suspense agen hayati Trichoderma sp. yang dilarutkan dalam air ke area perakaran pada pagi atau sore hari saat tanah dalam kondisi lembap.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah pohon jeruk yang terkena busuk akar bisa diselamatkan?

Pohon jeruk masih bisa diselamatkan jika kerusakan akar belum mencapai 70 persen dan tindakan perbaikan drainase serta pemberian agen hayati segera dilakukan.

Mengapa penyakit busuk akar jeruk sering muncul saat musim hujan?

Curah hujan tinggi membuat tanah jenuh air, menurunkan kadar oksigen tanah, dan menciptakan kondisi sangat lembap yang ideal bagi spora jamur patogen untuk berkembang cepat.

Bolehkah memberikan pupuk nitrogen tinggi saat jeruk terkena busuk akar?

Tidak dianjurkan, karena pemupukan nitrogen berlebih membuat jaringan tanaman menjadi terlalu lunak dan justru semakin rentan terhadap serangan jamur patogen.

Apa bedanya busuk akar akibat jamur dengan serangan rayap pada jeruk?

Busuk akar akibat jamur ditandai dengan akar serabut lunak berlendir dan batang bisa mengeluarkan cairan blendok, sedangkan serangan rayap meninggalkan bekas gigitan fisik dan lorong tanah pada batang kayu.

Berapa pH tanah yang ideal untuk mencegah penyakit busuk akar jeruk?

pH tanah ideal untuk tanaman jeruk berkisar antara 5,5 hingga 6,5. Tanah yang terlalu asam dengan pH di bawah 5,0 memicu perkembangan patogen tanah lebih cepat.

Lebih lanjut tentang Jeruk

Panduan terkait

Busuk Akar, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.