Diagnosis yang akurat sangat diperlukan agar petani tidak salah langkah dalam memberikan tindakan penanganan di lapangan pada tanaman durian yang terserang. Kita harus bisa membedakan antara gejala busuk akar akibat jamur patogen spesifik dengan kerusakan akar yang murni disebabkan oleh genangan air atau kekurangan unsur hara tertentu. Setiap penyebab memiliki ciri khas tersendiri pada jaringan akar dan bagian bawah batang yang menjadi penanda utama untuk menentukan langkah pemulihan. Oleh karena itu, pemeriksaan visual secara berkala pada area pangkal batang dan zona perakaran bagian atas sangat dianjurkan untuk mendeteksi masalah sejak dini.
Langkah penanganan pertama yang wajib dilakukan saat musim penghujan adalah membuat saluran drainase atau parit keliling di sekitar tajuk pohon untuk membuang kelebihan air hujan. Hindari penumpukan mulsa organik yang terlalu tebal langsung menyentuh batang utama karena justru akan memerangkap kelembapan dan memicu pertumbuhan jamur merugikan. Apabila serangan sudah masuk kategori sedang, lakukan pemangkasan cabang ringan untuk mengurangi beban transpirasi tanaman serta berikan pembenah tanah untuk mengembalikan aerasi media tanam. Pemulihan kesuburan tanah ini harus dibarengi dengan pemberian pupuk organik matang guna merangsang pertumbuhan akar baru yang lebih sehat dan tahan penyakit.
Penggunaan bahan kimia pengendali penyakit harus selalu merujuk pada petunjuk pada label kemasan serta dikonsultasikan langsung dengan petugas penyuluh pertanian atau BPP setempat agar tepat sasaran. Keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan harus selalu diutamakan dengan menggunakan alat pelindung diri yang memadai saat melakukan aplikasi penanganan di kebun. Dengan menerapkan manajemen tata air yang baik dan sanitasi kebun secara konsisten, tanaman durian Anda akan mampu melewati musim hujan dengan tingkat kesehatan perakaran yang optimal. Mari kita jaga produktivitas kebun durian kita demi hasil panen buah nusantara yang melimpah dan berkualitas tinggi.