Penyebab utama dari pembusukan akar ini adalah kombinasi antara drainase lahan yang buruk dan infeksi jamur tular tanah yang berkembang biak sangat cepat pada suhu lembap. Ketika air hujan menggenang di bawah kanopi pohon selama lebih dari 24 jam, akar serabut mulai mati kelaparan oksigen. Jamur patogen memanfaatkan luka pada akar ini untuk masuk dan merusak jaringan vaskular, menghambat pasokan air dan unsur hara ke seluruh bagian tajuk tanaman secara permanen.
Untuk mengatasi masalah ini secara tuntas, kita harus memutus siklus kelembapan berlebih dan memperbaiki struktur media tanam. Pembuatan parit drainase keliling dengan kedalaman 30 sentimeter sangat efektif untuk membuang kelebihan air hujan menjauhi zona perakaran. Selain itu, pemberian bahan organik matang yang dicampur kapur pertanian dapat menaikkan pH tanah yang terlalu asam akibat curah hujan tinggi, sekaligus meningkatkan aktivitas mikroba baik penangkal patogen.
Langkah pemulihan fisik juga harus segera dilakukan pada tanaman yang terserang dengan cara mengurangi beban tajuk melalui pemangkasan pangkas ringan. Pangkas 20 hingga 30 persen ranting yang tidak produktif untuk mengurangi penguapan saat akar belum berfungsi optimal. Pantau kondisi ini setiap minggu selama puncak musim hujan, pastikan tidak ada genangan air tersisa di piringan pohon lebih dari setengah hari setelah hujan reda.