Penyebab paling sering dari masalah ini adalah kelebihan unsur nitrogen akibat pemberian pupuk yang kurang seimbang di penghujung musim hujan. Ketika kadar nitrogen terlalu tinggi, energi tanaman habis digunakan untuk membentuk tunas dan daun baru (fase vegetatif). Selain itu, tajuk pohon yang terlalu rapat menyebabkan bagian dalam pohon tidak terkena sinar matahari, sehingga pembentukan bakal bunga menjadi terhambat.
Untuk merangsang pembuahan, lakukan pemangkasan pemeliharaan dengan membuang cabang air, cabang yang bersilangan, dan ranting yang kering setidaknya 1 hingga 2 bulan sebelum kemarau tiba. Pemangkasan ini bertujuan agar sinar matahari dapat menembus sekitar 70 persen area dalam tajuk. Selanjutnya, aplikasikan pemupukan yang berfokus pada unsur hara fosfor dan kalium tinggi di sekeliling piringan tajuk luar pohon sebanyak 1 sampai 2 kilogram untuk pohon dewasa.
Faktor penyerbukan juga memegang peranan krusial dalam keberhasilan pembuahan rambutan. Apabila pohon rajin berbunga namun selalu gugur sebelum menjadi pentil buah, hal ini bisa menandakan kurangnya serangga penyerbuk atau gangguan iklim seperti hujan mendadak saat mekar. Menjaga kelestarian lebah penyerbuk di sekitar kebun dan menjaga kelembapan tanah yang stabil saat pembentukan buah akan sangat membantu meningkatkan hasil panen.





