Rambutan, Diagnosis dan Pengendalian Hama Utama Tanaman Rambutan
hartono subagio / Pexels

Diagnosis dan Pengendalian Hama Utama Tanaman Rambutan

Identifikasi cepat dan tindakan tepat untuk mengatasi serangan hama utama pada tanaman rambutan agar panen tetap melimpah.

Jawaban singkat

Pohon rambutan di Indonesia sering mengalami penurunan produktivitas hingga 50 persen akibat serangan hama, terutama pada periode pembungaan dan pembuahan yang berlangsung antara bulan November hingga Maret. Kelembapan udara yang tinggi pada musim hujan menciptakan lingkungan ideal bagi perkembangbiakan berbagai jenis serangga pengganggu.

Ringkas: Rambutan

Cahaya
Sinar matahari penuh sepanjang hari
Penyiraman
Tinggi pada awal tanam dan saat pembentukan buah
Musim
Sepanjang tahun dengan puncak panen musim hujan
Tingkat Kesulitan
Mudah

Butuh ruang tumbuh luas karena pohon bisa menjadi besar.

Pengamatan rutin minimal 2 kali seminggu pada dompolan buah dan pucuk daun muda sangat disarankan untuk mendeteksi gejala awal serangan. Pohon yang berumur 3 hingga 5 tahun membutuhkan perhatian ekstra karena tajuknya mulai rimbun dan rentan menjadi sarang hama jika sirkulasi udara di dalam tajuk kurang optimal.

Penerapan sanitasi kebun harian serta pemangkasan pemeliharaan tahunan pascapanen terbukti efektif mengikis populasi hama hingga 30 persen. Penggunaan kantong plastik transparan berlubang aerasi untuk membungkus dompolan buah berukuran diameter 1 centimeter juga menjadi metode fisik paling aman dari kontaminasi serangga.

Apabila tingkat kerusakan pada dompolan buah melebihi ambang batas 10 persen, tindakan pengendalian berbasis agens hayati atau aplikasi insektisida nabati ekstrak daun mimba dapat dilakukan setiap 7 hari sekali pada pagi hari sebelum pukul 09.00 WIB untuk menekan populasi hama tanpa merusak ekosistem.

Penyebab & Cara Mengatasi

Penggerek Buah Rambutan (Conogethes punctiferalis)

Ciri: Buah berlubang kecil, terdapat gumpalan kotoran berwarna cokelat kehitaman di permukaan kulit buah, dan buah gugur sebelum matang.

Solusi: Kumpulkan dan kubur buah yang gugur, bungkus dompolan buah muda dengan plastik berlubang, dan semprotkan agens hayati Beauveria bassiana.

Ulat Pemakan Daun / Ulat Kipat (Dasychira sp.)

Ciri: Daun muda bercak-bercak berlubang hingga tersisa tulang daun saja, serta ditemukan ulat berbulu pada balik daun.

Solusi: Pangkas daun yang menjadi sarang kelompok ulat secara manual, lalu semprotkan ekstrak daun mimba atau pembasmi hayati berbahan Bacillus thuringiensis.

Kutu Putih (Pseudococcus sp.)

Ciri: Terdapat lapisan putih seperti kapas pada ketiak buah atau bawah daun, sering disertai bercak hitam embun jelut.

Solusi: Semprotkan aliran air bertekanan untuk merontokkan kutu, aplikasikan larutan sabun kalium alami, dan bersihkan jelut hitam pada permukaan daun.

Kepik Penghisap Buah (Helopeltis sp.)

Ciri: Kulit buah muda memiliki bercak cokelat kehitaman yang tenggelam dan mengeras, menyebabkan perkembangan buah terhambat.

Solusi: Lakukan pemangkasan tajuk agar sinar matahari masuk, pasang perangkap kuning berperekat, dan tingkatkan populasi semut rangrang sebagai predator alami.

Langkah-langkah

  1. Lakukan sanitasi kebun dengan membersihkan gulma dan mengumpulkan buah rambutan terserang yang jatuh ke tanah setiap 3 hari sekali.
  2. Pangkas cabang air dan ranting yang saling bertumpukan satu kali dalam semahun setelah masa panen selesai untuk membuka akses cahaya matahari.
  3. Bungkus dompolan buah muda yang berukuran kelereng menggunakan kantong plastik transparan yang diberi lubang kecil di bagian bawahnya.
  4. Semprotkan insektisida nabati atau suspensi agens hayati secara merata pada pagi atau sore hari jika populasi hama mulai meningkat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa buah rambutan banyak yang berulat saat menjelang panen?

Kondisi tersebut disebabkan oleh ulat penggerek buah yang bertelur pada kulit buah muda, kemudian larvanya masuk dan menggerogoti bagian dalam buah.

Apakah semut rangrang berbahaya bagi pohon rambutan?

Tidak, semut rangrang justru sangat menguntungkan karena berperan sebagai musuh alami yang mengendalikan ulat dan hama penggerek.

Kapan waktu terbaik untuk membungkus buah rambutan?

Waktu terbaik adalah saat buah masih berukuran sebesar kelereng atau diameter sekitar 1 hingga 1,5 centimeter sebelum warna kulitnya berubah.

Mengapa timbul lapisan warna hitam seperti jelaga pada daun rambutan?

Lapisan tersebut adalah jamur embun jelut yang tumbuh akibat adanya cairan manis hasil ekskresi dari hama kutu putih atau kutu daun.

Lebih lanjut tentang Rambutan

Panduan terkait

Hama & Pengendalian, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.