Penyiraman rutin 2-3 kali seminggu pada musim kemarau, namun kurangi saat hujan untuk mencegah busuk akar. Mulsa jerami atau serasah setebal 5-10 cm di sekitar pangkal batang membantu menjaga kelembaban. Pemupukan dilakukan 3 kali setahun: awal musim hujan (November) dengan pupuk kandang 10-20 kg per pohon, awal musim kemarau (April) dengan NPK 15-15-15 sebanyak 500-1000 gram per pohon, dan setelah panen (Agustus) dengan pupuk KCL 200-300 gram untuk merangsang pembungaan.
Pemangkasan dilakukan setahun sekali pada awal musim kemarau. Buang cabang mati, terserang hama, atau yang tumbuh ke dalam. Pertahankan 3-5 cabang utama untuk membentuk tajuk terbuka. Penjarangan buah saat buah sebesar kelereng (sekitar 30-40 hari setelah mekar) dengan menyisakan 10-15 buah per tandan akan meningkatkan ukuran dan kualitas buah.
Hama utama rambutan adalah kutu putih (Planococcus sp.) dan ulat penggerek buah (Conopomorpha cramerella). Kutu putih ditandai dengan embun jelaga hitam pada daun; kendalikan dengan semut predator atau minyak neem. Ulat penggerek buah menyebabkan buah berlubang dan rontok; atur sanitasi kebun dan gunakan perangkap feromon. Penyakit antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides) pada musim hujan dicegah dengan pemangkasan sanitasi dan aplikasi fungisida berbahan aktif tembaga sesuai label. Konsultasikan dengan penyuluh BPP setempat untuk dosis tepat.