Penyebab pertama adalah serangan kutu daun (Aphididae). Kutu daun menghisap cairan daun muda, menyebabkan daun mengeriting dan menggulung ke bawah. Ciri khasnya adalah adanya embun madu (cairan lengket) dan semut yang berkerumun. Solusinya adalah menyemprot dengan air sabun atau minyak neem secara rutin, serta memotong bagian tanaman yang terserang parah.
Penyebab kedua adalah tungau (mite), terutama pada musim kemarau. Tungau menyebabkan daun keriting disertai bercak kuning atau perunggu di permukaan atas daun, dan sering terlihat jaring halus di bawah daun. Penanganannya dengan menjaga kelembaban di sekitar tanaman (misal mulsa) dan menyemprot dengan air bertekanan tinggi untuk mengurangi populasi tungau.
Penyebab ketiga adalah kekurangan unsur hara, terutama boron. Daun keriting karena defisiensi boron biasanya disertai daun menebal, rapuh, dan pertumbuhan tunas terhambat. Solusinya dengan pemberian pupuk yang mengandung boron, seperti pupuk daun atau tanah yang kaya mikronutrien, sesuai dosis pada kemasan. Konsultasikan dengan penyuluh setempat untuk dosis tepat.