Rambutan, Daun Rambutan Keriting: Penyebab dan Solusi Penanganannya
hartono subagio / Pexels

Daun Rambutan Keriting: Penyebab dan Solusi Penanganannya

Gejala daun rambutan keriting umumnya disebabkan oleh serangan hama hisap seperti thrips dan kutu daun, serta stres kekurangan air pada musim kemarau.

Jawaban singkat

Masalah daun rambutan keriting paling sering dijumpai saat tanaman mulai mengeluarkan pucuk muda atau trubus, terutama ketika memasuki puncak musim kemarau antara bulan Mei hingga September. Pucuk muda yang kaya cairan sel menjadi target utama berbagai jenis hama pengisap. Kerusakan pada sel-sel daun muda yang sedang berkembang ini menyebabkan pertumbuhan jaringan daun menjadi tidak seimbang, sehingga daun menggulung, keriting, dan mengkerut.

Ringkas: Rambutan

Cahaya
Sinar matahari penuh sepanjang hari
Penyiraman
Tinggi pada awal tanam dan saat pembentukan buah
Musim
Sepanjang tahun dengan puncak panen musim hujan
Tingkat Kesulitan
Mudah

Butuh ruang tumbuh luas karena pohon bisa menjadi besar.

Kebutuhan air yang tidak mencukupi di musim kemarau turut memperparah kondisi daun keriting. Tanaman rambutan berumur muda membutuhkan pasokan air sekitar 20 hingga 30 liter setiap 2 hari sekali, sedangkan pohon produktif dewasa memerlukan penyiraman 50 hingga 100 liter air setiap 5 hari sekali pada area sekitar piringan tajuk. Tanpa pasokan air yang cukup, stomata daun akan menutup dan sel-sel daun kehilangan turgor yang mengakibatkan daun tampak menggulung kaku.

Pengendalian hama penyebab daun keriting harus dilakukan sedini mungkin sebelum serangan meluas ke seluruh bagian tajuk. Pemangkasan ranting yang terlalu rimbun di bagian dalam tajuk sangat disarankan untuk meningkatkan sirkulasi udara dan intensitas cahaya matahari. Penyemprotan bahan organik seperti ekstrak daun mimba atau minyak nabati dapat rutin dilakukan setiap 7 hari sekali saat tanaman sedang dalam fase pertumbuhan pucuk baru.

Pemupukan yang seimbang juga memegang peranan penting dalam membangun ketahanan jaringan daun rambutan. Berikan pupuk NPK seimbang dengan dosis 500 gram hingga 2 kilogram per pohon sesuai umur tanaman setiap 3 sampai 4 bulan sekali. Tambahkan pula pupuk kandang matang sebanyak 10 hingga 20 kilogram per pohon pada awal dan akhir musim hujan untuk memperbaiki struktur tanah dan daya simpan air.

Penyebab & Cara Mengatasi

Serangan Thrips dan Kutu Daun (Aphids)

Ciri: Daun muda menggulung ke atas atau membengkok, tekstur kaku, tampak bekas guratan keperakan di permukaan bawah daun, serta adanya cairan lengket atau embun jelat hitam.

Solusi: Semprotkan pias pembersih atau ekstrak nabati pada pagi hari, serta tingkatkan kebersihan area sekitar piringan pohon dari gulma.

Serangan Tungau (Mites)

Ciri: Daun keriting melengkung ke bawah, menebal, berwarna cokelat keemasan di bagian bawah, dan pucuk muda berhenti tumbuh.

Solusi: Lakukan pemangkasan pada bagian pucuk terserang berat dan semprotkan larutan sabun pembersih lembut atau minyak hortikultura.

Stres Kekurangan Air (Heat Stress)

Ciri: Daun menggulung merata tanpa adanya bercak, bekas gigitan, embun jelat, atau keberadaan serangga fisik di balik daun; tanah di sekitar piringan tampak pecah-pecah.

Solusi: Berikan penyiraman secara berkala pada pagi atau sore hari dan berikan mulsa organik tebal di sekitar pangkal batang.

Defisiensi Unsur Hara Mikro (Kalsium atau Zinc)

Ciri: Daun muda kerdil, melengkung abnormal, bercak kuning di antara tulang daun (klorosis), namun tidak ditemukan tanda keberadaan hama.

Solusi: Aplikasikan pupuk daun yang mengandung unsur hara mikro lengkap dan perbaiki pH tanah dengan pemberian kapur pertanian jika tanah terlalu asam.

Langkah-langkah

  1. Amati gejala keriting pada pucuk daun muda rambutan di pagi hari untuk memastikan keberadaan hama pengisap.
  2. Pangkas bagian ranting atau daun yang menggulung parah dan bakar sampah pangkasan agar hama tidak berpindah.
  3. Bersihkan area bawah tajuk dari gulma dan berikan mulsa jerami setebal 5 hingga 10 cm untuk menjaga kelembapan tanah.
  4. Lakukan penyemprotan pestisida nabati secara merata ke seluruh bagian atas dan bawah daun secara berkala setiap minggu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah daun rambutan yang sudah keriting bisa kembali lurus?

Tidak, jaringan daun yang sudah rusak tidak dapat kembali normal. Langkah terbaik adalah memangkasnya agar memancing pertumbuhan pucuk sehat baru.

Kapan waktu terbaik untuk melakukan penyemprotan hama daun keriting?

Waktu terbaik adalah pagi hari antara pukul 06.00 hingga 08.00 atau sore hari pukul 16.00 hingga 17.30 saat stomata terbuka dan hama aktif.

Mengapa gejala daun keriting lebih parah terjadi saat musim kemarau?

Suhu udara yang panas mempercepat siklus perkembangbiakan hama pengisap serta membuat tanaman lebih rentan akibat stres dehidrasi.

Apakah cairan sabun cuci piring aman digunakan untuk mengatasi kutu daun?

Aman jika digunakan dalam konsentrasi sangat rendah (sekitar 5 ml per liter air) sebagai pelekat atau pengikis lapisan lilin tubuh hama.

Bisakah masalah daun keriting mempengaruhi pembentukan buah rambutan?

Ya, daun keriting menurunkan kapasitas fotosintesis tanaman sehingga pasokan nutrisi untuk pembentukan bunga dan buah menjadi berkurang.

Lebih lanjut tentang Rambutan

Panduan terkait

Daun Keriting, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.