Kebutuhan air yang tidak mencukupi di musim kemarau turut memperparah kondisi daun keriting. Tanaman rambutan berumur muda membutuhkan pasokan air sekitar 20 hingga 30 liter setiap 2 hari sekali, sedangkan pohon produktif dewasa memerlukan penyiraman 50 hingga 100 liter air setiap 5 hari sekali pada area sekitar piringan tajuk. Tanpa pasokan air yang cukup, stomata daun akan menutup dan sel-sel daun kehilangan turgor yang mengakibatkan daun tampak menggulung kaku.
Pengendalian hama penyebab daun keriting harus dilakukan sedini mungkin sebelum serangan meluas ke seluruh bagian tajuk. Pemangkasan ranting yang terlalu rimbun di bagian dalam tajuk sangat disarankan untuk meningkatkan sirkulasi udara dan intensitas cahaya matahari. Penyemprotan bahan organik seperti ekstrak daun mimba atau minyak nabati dapat rutin dilakukan setiap 7 hari sekali saat tanaman sedang dalam fase pertumbuhan pucuk baru.
Pemupukan yang seimbang juga memegang peranan penting dalam membangun ketahanan jaringan daun rambutan. Berikan pupuk NPK seimbang dengan dosis 500 gram hingga 2 kilogram per pohon sesuai umur tanaman setiap 3 sampai 4 bulan sekali. Tambahkan pula pupuk kandang matang sebanyak 10 hingga 20 kilogram per pohon pada awal dan akhir musim hujan untuk memperbaiki struktur tanah dan daya simpan air.





