Penyakit Rambutan: Gejala & Cara Mengobati

Rambutan Anda sakit? Kenali gejala dan penyebabnya agar bisa ditangani tepat saat musim hujan.

Jawaban singkat

Musim hujan sering menjadi momok bagi pekebun rambutan. Kelembaban tinggi dan curah hujan deras memicu serangan jamur dan bakteri. Daun menguning, buah busuk, atau batang berlendir? Jangan panik. Kenali dulu penyebab pastinya agar penanganan tepat sasaran. Berikut diagnosis diferensial penyakit rambutan yang umum di Indonesia.

Ringkas: Rambutan

Cahaya
Sinar matahari penuh sepanjang hari
Penyiraman
Tinggi pada awal tanam dan saat pembentukan buah
Musim
Sepanjang tahun dengan puncak panen musim hujan
Tingkat Kesulitan
Mudah

Butuh ruang tumbuh luas karena pohon bisa menjadi besar.

Penyebab pertama adalah jamur Colletotrichum gloeosporioides penyebab antraknosa. Ciri khasnya: bercak coklat kehitaman pada daun dan buah, kadang mengeluarkan getah merah muda saat lembab. Kedua, jamur Phytophthora palmivora penyebab busuk akar dan pangkal batang. Gejala: daun layu mendadak meski tanah basah, pangkal batang menghitam dan berlendir. Ketiga, jamur Oidium sp. penyebab embun tepung: permukaan daun dan buah tertutup tepung putih halus. Keempat, bakteri Xanthomonas campestris penyebab hawar daun: bercak basah kuning yang meluas dan mengering menjadi coklat.

Untuk antraknosa, segera pangkas bagian terserang dan semprotkan fungisida berbahan aktif tembaga atau mankozeb sesuai label. Untuk busuk akar, perbaiki drainase, kurangi penyiraman, dan beri kapur dolomit di sekitar pangkal batang. Embun tepung dikendalikan dengan semprotan belerang atau fungisida berbahan aktif penkonazol. Hawar bakteri sulit diobati; cabut tanaman parah dan semprot tanaman sehat dengan bakterisida berbahan aktif streptomisin sulfat. Selalu konsultasi ke BPP setempat sebelum membeli pestisida.

Pencegahan adalah kunci. Jaga jarak tanam 10x10 m, pangkas cabang bawah agar sirkulasi udara baik. Di musim hujan, semprotkan fungisida preventif setiap 2 minggu. Petik buah segera setelah matang. Jangan menyiram dari atas kanopi. Jika serangan meluas, jangan ragu bawa sampel ke laboratorium BPP untuk identifikasi pasti.

Penyebab & Cara Mengatasi

Antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides)

Ciri: Bercak coklat kehitaman pada daun dan buah, getah merah muda saat lembab

Solusi: Pangkas bagian sakit, semprot fungisida tembaga/mancozeb sesuai label, konsultasi ke BPP

Busuk akar & pangkal batang (Phytophthora palmivora)

Ciri: Daun layu mendadak meski tanah basah, pangkal batang hitam dan berlendir

Solusi: Perbaiki drainase, kurangi penyiraman, tabur kapur dolomit di pangkal batang

Embun tepung (Oidium sp.)

Ciri: Permukaan daun dan buah tertutup tepung putih halus

Solusi: Semprot belerang atau fungisida penkonazol sesuai label

Hawar daun bakteri (Xanthomonas campestris)

Ciri: Bercak basah kuning yang meluas dan mengering coklat

Solusi: Cabut tanaman parah, semprot bakterisida streptomisin sulfat, konsultasi ke BPP

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa beda antraknosa dan embun tepung pada rambutan?

Antraknosa: bercak coklat dengan getah merah muda. Embun tepung: tepung putih halus di permukaan.

Mengapa rambutan layu meski tanah basah?

Kemungkinan busuk akar Phytophthora. Periksa pangkal batang: jika hitam dan lendir, itu penyebabnya.

Apakah buah rambutan yang terkena antraknosa masih bisa dimakan?

Sebagian buah bisa dimakan jika bagian busuk dibuang, tapi sebaiknya jangan untuk menghindari risiko.

Kapan waktu terbaik menyemprot fungisida preventif?

Semprot setiap 2 minggu saat musim hujan, pagi hari setelah embus kering.

Bisakah penyakit rambutan menular ke pohon lain?

Ya, spora jamur dan bakteri bisa terbawa angin atau air hujan. Jaga jarak tanam dan sanitasi.

Apa yang harus dilakukan jika banyak buah rambutan busuk di pohon?

Petik dan musnahkan buah busuk, lalu semprot fungisida sesuai petunjuk BPP.

Lebih lanjut tentang Rambutan

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.