Penyebab pertama adalah jamur Colletotrichum gloeosporioides penyebab antraknosa. Ciri khasnya: bercak coklat kehitaman pada daun dan buah, kadang mengeluarkan getah merah muda saat lembab. Kedua, jamur Phytophthora palmivora penyebab busuk akar dan pangkal batang. Gejala: daun layu mendadak meski tanah basah, pangkal batang menghitam dan berlendir. Ketiga, jamur Oidium sp. penyebab embun tepung: permukaan daun dan buah tertutup tepung putih halus. Keempat, bakteri Xanthomonas campestris penyebab hawar daun: bercak basah kuning yang meluas dan mengering menjadi coklat.
Untuk antraknosa, segera pangkas bagian terserang dan semprotkan fungisida berbahan aktif tembaga atau mankozeb sesuai label. Untuk busuk akar, perbaiki drainase, kurangi penyiraman, dan beri kapur dolomit di sekitar pangkal batang. Embun tepung dikendalikan dengan semprotan belerang atau fungisida berbahan aktif penkonazol. Hawar bakteri sulit diobati; cabut tanaman parah dan semprot tanaman sehat dengan bakterisida berbahan aktif streptomisin sulfat. Selalu konsultasi ke BPP setempat sebelum membeli pestisida.
Pencegahan adalah kunci. Jaga jarak tanam 10x10 m, pangkas cabang bawah agar sirkulasi udara baik. Di musim hujan, semprotkan fungisida preventif setiap 2 minggu. Petik buah segera setelah matang. Jangan menyiram dari atas kanopi. Jika serangan meluas, jangan ragu bawa sampel ke laboratorium BPP untuk identifikasi pasti.