Gejala awal ditandai dengan daun tua yang memucat, melipat, lalu gugur dalam jumlah banyak sekitar 10 hingga 20 persen tajuk dalam kurun waktu satu minggu. Jika perakaran diperiksa dengan menggali tanah sedalam 20 sampai 30 cm di sekitar piringan pohon, akar tunggang maupun akar serabut akan tampak berwarna cokelat kehitaman, lembek, dan mengeluarkan bau busuk yang menyengat. Pohon muda berumur 1 hingga 3 tahun jauh lebih rentan mati total dibandingkan pohon dewasa berumur di atas 5 tahun.
Langkah penanganan harus segera dilakukan dengan memperbaiki sistem drainase kebun. Buat parit drainase melingkar di sekeliling piringan pohon setinggi tajuk dengan kedalaman minimal 40 cm dan lebar 30 cm agar air hujan mengalir lancar. Pengurangan kelembapan tanah di sekitar pangkal batang dapat menurunkan risiko penularan patogen hingga 60 persen dalam rentang waktu dua hingga tiga minggu setelah perbaikan drainase.
Selain perbaikan fisik tanah, pemangkasan bentuk tajuk sebanyak 15 hingga 20 persen cabang yang tidak produktif perlu dilakukan untuk mengurangi beban penguapan tanaman yang sistem perakarannya sedang terganggu. Aplikasi agens hayati berbasis jamur antagonis atau fungisida sistemik anjuran petugas BPP setempat pada area piringan setiap 14 hari sekali selama musim hujan akan membantu memulihkan kesehatan jaringan akar baru.





