Penyebab utama layu abiotik pada rambutan adalah defisit air pada lapisan tanah teratas tempat 70 persen akar serabut aktif berada. Untuk mengatasi hal ini, berikan penyiraman intensif sebanyak 30 hingga 50 liter per pohon matang setiap 2 sampai 3 hari sekali pada waktu sore hari. Penyiraman ditujukan pada daerah piringan tajuk terluar, bukan tepat di pangkal batang, agar air langsung diserap oleh akar penyerap nutrisi.
Selain faktor kekeringan, layu pada rambutan juga dapat disebabkan oleh faktor biotik seperti serangan jamur akar putih dan hama penggerek batang. Hama penggerek memotong pembuluh xilem sehingga pasokan air terhenti, ditandai dengan ditemukannya lubang kecil berukuran 1 hingga 2 mm serta kotoran berupa serbuk kayu pada batang. Sementara itu, jamur akar ditandai dengan munculnya benang miselium putih pada leher akar yang membusuk.
Langkah pemulihan terpadu harus segera dilakukan begitu gejala layu teridentifikasi untuk mencegah kematian tanaman. Penggunaan mulsa organik dari jerami padi atau rumput kering setebal 8 hingga 10 cm sangat efektif menjaga suhu tanah tetap dingin di bawah 28 derajat Celsius. Setelah kelembapan tanah stabil pada awal musim hujan mendatang, pohon dapat diberikan pembenah tanah dan pupuk organik matang sebanyak 15 sampai 20 kg per pohon untuk merangsang pembentukan akar baru.





