Selain faktor kekeringan, serangan hama pengisap daun seperti kutu kebul atau tungau menjadi pemicu utama kerusakan klorofil pada tajuk tanaman. Hama tersebut biasanya bergerombol di permukaan bawah daun dan mengisap cairan sel, meninggalkan bercak kuning yang lambat laun menyebar ke seluruh helai daun. Petani perlu melakukan pemantauan visual secara berkala setiap tiga hari sekali, terutama pada tunas muda yang baru tumbuh di ujung cabang.
Faktor nutrisi juga memegang peran vital dalam menjaga kesehatan daun rambutan sepanjang tahun. Kekurangan unsur hara makro seperti magnesium dan nitrogen pada tanah masam di wilayah tertentu dapat diatasi melalui pemupukan organik terpadu. Berikan pupuk kandang matang sebanyak dua puluh kilogram per pohon setiap enam bulan sekali pada awal musim hujan atau saat transisi, agar penyerapan nutrisi akar berjalan optimal tanpa membakar akar.
Penanganan yang tepat harus didasarkan pada diagnosis visual yang cermat agar tidak salah langkah dalam memberikan tindakan pemulihan. Jika daun menguning disertai kerontokan masif, segera pangkas dahan yang terlalu rapat untuk meningkatkan sirkulasi udara dan penetrasi cahaya matahari ke dalam tajuk pohon. Konsultasikan selalu kondisi tanaman Anda dengan petugas penyuluh pertanian lapangan setempat untuk mendapatkan rekomendasi penanganan lanjutan yang paling sesuai.