Rambutan, Daun Rambutan Menguning: Penyebab dan Cara Mengatasinya
hartono subagio / Pexels

Daun Rambutan Menguning: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Masalah daun rambutan menguning pada musim kemarau umumnya disebabkan oleh kekurangan air, defisiensi hara nitrogen atau zat besi, serta serangan hama pengisap.

Jawaban singkat

Daun rambutan menguning atau klorosis merupakan sinyal awal bahwa tanaman mengalami stres lingkungan atau gangguan fisiologis. Pada musim kemarau di Indonesia, gejela ini sangat sering dijumpai baik pada bibit muda maupun pohon produktif. Menguningnya daun menurunkan kapasitas fotosintesis tanaman secara drastis, yang jika dibiarkan dapat berlanjut pada kerontokan daun massal, kegagalan pembentukan bunga, hingga kematian ranting.

Ringkas: Rambutan

Cahaya
Sinar matahari penuh sepanjang hari
Penyiraman
Tinggi pada awal tanam dan saat pembentukan buah
Musim
Sepanjang tahun dengan puncak panen musim hujan
Tingkat Kesulitan
Mudah

Butuh ruang tumbuh luas karena pohon bisa menjadi besar.

Penyebab paling umum di daerah beriklim tropis saat bulan Juni hingga September adalah stres kekeringan. Tanaman rambutan muda berumur 1-3 tahun memerlukan pasokan air sebanyak 20 hingga 30 liter per pohon yang diberikan setiap 2-3 hari sekali. Sementara itu, pohon dewasa membutuhkan penyiraman mendalam minimal seminggu sekali untuk menjaga kelembapan zona perakaran hingga kedalaman 40 cm di bawah permukaan tanah.

Selain masalah pengairan, ketidakseimbangan nutrisi di dalam tanah memegang peranan penting. Pemberian kompos organik sebanyak 10 hingga 20 kg per pohon setiap 6 bulan sekali sangat dianjurkan untuk memelihara struktur tanah. Dosis pemupukan NPK berimbang sebanyak 250 hingga 500 gram per pohon yang diberikan dua kali semahun, yaitu pada awal dan akhir musim hujan, membantu mencegah kekurangan unsur hara makro yang memicu daun menguning.

Suhu udara yang tinggi dan kelembapan rendah pada musim kemarau juga memicu ledakan populasi hama pengisap seperti tungau merah dan thrips. Pengamatan rutin setiap 7 hari sekali pada permukaan bawah daun sangat penting dilakukan. Deteksi dini memungkinkan tindakan pengendalian seperti pemangkasan atau pembersihan tajuk dapat segera dijalankan sebelum kerusakan meluas ke seluruh areal kebun.

Penyebab & Cara Mengatasi

Kekurangan Air (Stres Kekeringan)

Ciri: Daun muda dan tua menguning secara bersamaan, tepi daun menggulung ke atas, bertekstur kering dan rapuh saat diraba pada puncak musim kemarau.

Solusi: Lakukan penyiraman mendalam pada area piringan pohon dan pasang mulsa organik setebal 5-10 cm dari jerami atau daun kering untuk menahan penguapan.

Defisiensi Nitrogen (N)

Ciri: Kuning merata dimulai dari daun-daun tua di bagian bawah tajuk, tulang daun ikut menguning, dan pertumbuhan tunas baru terhambat.

Solusi: Berikan pupuk organik kaya nitrogen seperti pupuk kandang matang atau pupuk NPK dengan rasio nitrogen lebih tinggi sesuai petunjuk pemupukan.

Defisiensi Magnesium (Mg) atau Zat Besi (Fe)

Ciri: Klorosis antartulang daun, yaitu jaringan di antara tulang daun menguning sedangkan tulang daun tetap berwarna hijau segar (terjadi pada daun muda untuk Fe).

Solusi: Perbaiki pH tanah dengan pemberian dolomit jika pH di bawah 5,5 dan tambahkan pupuk mikro yang mengandung zat besi atau magnesium.

Serangan Tungau Merah atau Thrips

Ciri: Terdapat bintik-bintik kuning keperakan kecil di permukaan daun, bercak cokelat di bawah daun, serta bercak jaring halus.

Solusi: Semprot permukaan bawah daun dengan aliran air kencang di pagi hari atau gunakan pestisida nabati berbahan dasar minyak mimba.

Langkah-langkah

  1. Amati pola kuning pada daun, apakah terjadi pada daun tua, daun muda, atau di antara tulang daun untuk menentukan penyebab spesifiknya.
  2. Ukur kelembapan dan pH tanah di sekitar area piringan perakaran rambutan menggunakan pH meter tanah.
  3. Lakukan penyiraman secara teratur sebanyak 20-30 liter air per pohon setiap 2 hari sekali selama periode kemarau panjang.
  4. Aplikasikan pemupukan susulan berimbang dan pangkas cabang yang terinfeksi berat atau ternaungi secara berlebihan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa daun tua rambutan menguning sedangkan daun mudanya tetap hijau?

Kondisi ini menandakan kekurangan unsur hara bermobilitas tinggi seperti Nitrogen atau Magnesium, di mana tanaman memindahkan nutrisi dari daun tua untuk mendukung pertumbuhan daun muda.

Apakah penyiraman yang berlebihan bisa menyebabkan daun rambutan menguning?

Ya, genangan air yang berlebihan menyebabkan kondisi anaerob pada tanah sehingga akar membusuk dan tidak mampu menyerap hara, memicu daun menguning dan rontok.

Berapa nilai pH tanah yang ideal agar daun rambutan tumbuh hijau sehat?

Rambutan tumbuh optimal pada pH tanah berkisar antara 5,5 hingga 6,5. pH yang terlalu asam dapat mengunci penyerapan unsur hara mikro.

Bolehkah memangkas semua daun rambutan yang menguning?

Pangkas hanya daun yang mengering parah atau terserang hama. Daun yang hanya menguning ringan masih berfungsi melakukan fotosintesis terbatas.

Apakah daun rambutan yang kuning akibat tungau bisa hijau kembali?

Daun yang sudah terlanjur rusak berat akibat tungau biasanya akan gugur, namun tunas baru (trubus) yang tumbuh setelah penanganan akan berwarna hijau sehat.

Lebih lanjut tentang Rambutan

Panduan terkait

Daun Menguning, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.