Faktor nutrisi memegang peranan kunci dalam proses pembuahan tanaman nangka. Pemberian pupuk nitrogen berlebih dapat memicu pertumbuhan daun yang sangat lebat namun merusak fase generatif. Untuk merangsang kemunculan bunga, pohon membutuhkan pemupukan yang kaya unsur hara Fosfor dan Kalium sebanyak 500 gram hingga 1 kilogram per pohon dewasa yang diberikan setiap 3 bulan sekali, terutama menjelang akhir musim hujan atau awal musim kemarau.
Masalah penyerbukan juga sering menjadi penyebab utama pohon nangka tidak berproduksi. Tanpa bantuan serangga penyerbuk atau angin, bunga jantan tidak dapat membuahi bunga betina secara optimal. Pemangkasan bentuk tajuk secara rutin 2 kali dalam sebulan pada cabang yang tumpang tindih dapat membuka sirkulasi udara dan membiarkan sinar matahari masuk hingga 80 persen ke bagian dalam canopy, sehingga merangsang munculnya calon bunga atau tatal pada batang utama.
Melakukan teknik pemelukan atau pengeratan kulit batang secara melingkar selebar 1 sentimeter dapat dijadikan solusi teknis untuk merangsang pembuahan pada pohon yang berusia lebih dari 5 tahun tetapi belum pernah berbuah. Kombinasikan teknik stres fisik ini dengan pemberian bahan organik seperti pupuk kandang sapi sebanyak 20 kilogram per pohon setiap 6 bulan sekali untuk memastikan kecukupan hara makro dan mikro secara berkelanjutan.





