Penyebab utama lainnya adalah kurangnya intensitas sinar matahari langsung yang diterima oleh kanopi pohon nangka akibat jarak tanam yang terlalu rapat atau tertutup oleh naungan tanaman lain. Pohon nangka adalah tanaman tropis yang sangat membutuhkan penyinaran penuh minimal delapan jam sehari untuk memicu pembentukan bakal buah pada batang utama dan cabang primer. Selain itu, kelembapan tanah yang terlalu tinggi selama musim penghujan atau kekeringan ekstrem pada puncak musim kemarau tanpa irigasi buatan dapat menyebabkan kegagalan penyerbukan dan kerontokan bakal buah muda.
Untuk merangsang pembuahan pada pohon nangka yang mandul buah, kita dapat melakukan teknik pengeratan atau melukai batang utama secara melingkar menjelang akhir musim kemarau untuk menghentikan aliran hasil fotosintesis ke akar dan memaksa pohon mengarahkannya ke pembungaan. Kombinasi pengeratan ini harus segera diikuti dengan pemangkasan cabang yang tidak produktif, rapat, atau saling silang guna memperbaiki sirkulasi udara dan penetrasi cahaya matahari ke seluruh bagian dalam tajuk pohon. Pembersihan gulma dan pembuatan piringan di bawah tajuk juga membantu aerasi akar berjalan optimal.
Pemupukan berimbang menjadi kunci berikutnya dengan mengurangi pupuk daun tinggi nitrogen dan beralih memberikan pupuk kaya unsur fosfor serta kalium setiap tiga hingga empat bulan sekali di sekitar garis luar tajuk. Siram pohon secara teratur dua kali seminggu saat musim kemarau panjang agar proses transpirasi dan penyerapan hara makro tidak terganggu. Dengan kombinasi perlakuan fisik berupa pengeratan dan pemangkasan yang tepat, pohon nangka biasanya akan mulai memunculkan bunga pertama dalam kurun waktu tiga hingga enam bulan setelah perlakuan.