Nangka, Daun Nangka Keriting: Penyebab dan Solusi Penanganan Efektif
Agung Sutrisno / Pexels

Daun Nangka Keriting: Penyebab dan Solusi Penanganan Efektif

Penyebab utama daun nangka keriting pada musim kemarau adalah serangan hama penghisap cairan serta stres kekurangan air yang bisa diatasi dengan kombinasi penyiraman teratur dan pemangkasan sanitasi.

Jawaban singkat

Gejala daun nangka keriting sering menjadi keluhan utama para petani saat memasuki musim kemarau di berbagai wilayah Indonesia. Kondisi ini umumnya menyerang bagian tunas muda atau trubus yang baru tumbuh, membuat permukaan daun melengkung, mengkerut, dan tumbuh tidak simetris. Jika dibiarkan tanpa penanganan, laju fotosintesis tanaman akan terganggu secara signifikan, yang pada akhirnya memicu kerontokan bunga dan menurunkan kualitas serta kuantitas buah nangka.

Ringkas: Nangka

Cahaya
Sinar matahari penuh minimal 6 jam sehari
Penyiraman
Siram rutin 2-3 kali seminggu, kurangi saat musim kemarau untuk merangsang bunga
Musim
Tanam awal musim hujan (Oktober-November), panen sepanjang tahun tergantung varietas
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman kuat, toleran kekeringan, namun perlu drainase baik.

Penyebab utama dari masalah ini pada musim kemarau adalah meningkatnya populasi hama penghisap cairan tanaman seperti thrips, kutu daun, dan tungau. Cuaca panas dengan suhu udara di atas 30 derajat Celsius dan kelembapan rendah menciptakan lingkungan ideal bagi hama-hama ini untuk berkembang biak dengan cepat. Hama menyedot cairan sel pada jaringan daun muda, sehingga pertumbuhan sel menjadi tidak merata dan menyebabkan daun menggulung atau keriting.

Selain faktor hama, stres air dan ketidakseimbangan nutrisi juga berkontribusi pada gejala keriting. Pada musim kemarau panjang, tanah di sekitar piringan akar sering mengalami kekeringan ekstrem. Kurangnya pasokan air menghambat penyerapan unsur hara kalsium dan boron yang sangat dibutuhkan untuk pembentukan dinding sel daun baru. Untuk mengatasi stres air ini, berikan penyiraman sebanyak 20 hingga 30 liter per pohon setiap 3 sampai 4 hari sekali di area bawah tajuk.

Pengendalian terpadu harus segera dilakukan begitu gejala awal terlihat pada pucuk tanaman. Lakukan pemangkasan sanitasi pada bagian yang terinfeksi parah dan rutin semprotkan pestisida nabati berbasis minyak mimba atau sabun kalium seminggu sekali pada sore hari. Pemulihan jaringan tanaman biasanya membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 4 minggu setelah populasi hama berhasil dikendalikan dan kebutuhan air serta nutrisi tanaman terpenuhi kembali.

Penyebab & Cara Mengatasi

Serangan Hama Penghisap (Thrips dan Kutu Daun)

Ciri: Daun menggulung ke atas, terdapat cairan lengket embun madu, dan ditemukan serangga kecil bersembunyi di pucuk muda.

Solusi: Semprotkan pestisida nabati dari ekstrak mimba atau larutan sabun pencuci piring encer pada sore hari secara merata.

Serangan Tungau Merah

Ciri: Daun melengkung ke bawah, permukaan bawah daun berwarna kusam cokelat keperakan, dan terdapat sarang benang halus.

Solusi: Tingkatkan kelembapan tajuk dengan penyemprotan air bersih dan aplikasikan racun tungau nabati jika populasi tinggi.

Defisiensi Unsur Hara Kalsium dan Boron

Ciri: Pucuk daun muda tumbuh kerdil, kaku, rapuh, serta tepi daun menggulung tanpa tanda-tanda keberadaan serangga.

Solusi: Penuhi asupan pupuk kalsium dan mikronutrien boron melalui pengocoran tanah atau penyemprotan daun sesuai petunjuk dosis.

Infeksi Virus Mosaik / Keriting

Ciri: Daun mengecil, kaku, serta memiliki pola belang-belang kuning kekuningan yang merata di seluruh helaian daun.

Solusi: Pangkas dan musnahkan cabang yang terinfeksi parah, serta kendalikan vektor serangga penghisap agar tidak meluas.

Langkah-langkah

  1. Periksa bagian bawah daun muda menggunakan kaca pembesar pada pagi hari untuk mengidentifikasi jenis hama penyebab keriting.
  2. Pangkas ranting dan pucuk daun nangka yang mengalami keriting parah, lalu kumpulkan dan bakar jauh dari area perkebunan.
  3. Lakukan penyiraman secara rutin sebanyak 20 sampai 30 liter per pohon setiap 3 hari sekali selama periode musim kemarau.
  4. Semprotkan pestisida nabati atau bahan organik pengendali hama pada seluruh permukaan daun, terutama bagian bawah tajuk pada sore hari.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah daun nangka yang sudah keriting bisa kembali lurus?

Daun tua yang sudah terlanjur keriting dan berubah bentuk tidak bisa kembali lurus, namun penanganan yang tepat akan membuat tunas dan daun baru tumbuh sehat dan normal.

Mengapa daun nangka keriting lebih sering muncul di musim kemarau?

Musim kemarau mendukung perkembangan pesat hama penghisap seperti thrips dan tungau, sekaligus menyebabkan tanaman stres air yang memperlemah daya tahan jaringan daun muda.

Apakah keriting daun pada nangka bisa menular ke pohon lain?

Ya, jika penyebabnya adalah hama penghisap atau infeksi virus yang dibawa oleh serangga vektor, keriting daun dapat berpindah cepat ke tanaman nangka atau tanaman sejenis di sekitarnya.

Apakah daun keriting mengganggu pembentukan buah nangka?

Sangat mengganggu, karena daun yang keriting tidak bisa melakukan fotosintesis secara optimal, sehingga suplai nutrisi untuk pembentukan dan pembesaran buah menjadi berkurang.

Bahan alami apa yang paling efektif mengobati daun nangka keriting?

Larutan minyak mimba yang dicampur sedikit sabun cair merupakan bahan alami yang sangat efektif mengendalikan hama penghisap penyebab daun keriting.

Lebih lanjut tentang Nangka

Panduan terkait

Daun Keriting, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.