Langkah pertama dalam mendiagnosis masalah daun nangka kuning adalah memeriksa kelembapan tanah di sekitar perakaran secara berkala. Pada musim kemarau dengan curah hujan yang minim, tanaman nangka memerlukan penyiraman intensif sebanyak dua hingga tiga kali dalam seminggu, terutama pada fase pertumbuhan vegetatif dan pembentukan buah. Pastikan air meresap hingga kedalaman 30 sentimeter agar akar tunggang dan akar serabut nangka mendapatkan pasokan air yang memadai untuk menjaga proses fotosintesis tetap optimal.
Selain masalah kekurangan air, kita juga harus mewaspadai kemungkinan defisiensi unsur hara makro seperti nitrogen, fosfor, dan magnesium akibat pencucian tanah atau kurangnya pemupukan organik. Pemupukan susulan menggunakan pupuk kandang matang sebanyak 10 hingga 15 kilogram per pohon setiap enam bulan sekali sangat dianjurkan untuk memperbaiki struktur tanah dan ketersediaan nutrisi. Jangan lupa pula untuk mengamati bagian bawah daun secara teliti guna mendeteksi ada atau tidaknya koloni hama pengisap cairan daun yang sering berkembang biak dengan cepat saat cuaca panas dan kering.
Apabila penanganan awal berupa penyiraman rutin dan pemupukan berimbang telah dilakukan namun daun tetap menguning, lakukan sanitasi kebun dengan cara memangkas ranting yang sudah mati atau terserang penyakit berat. Penggunaan mulia organik seperti jerami atau sekam di sekeliling pangkal batang juga sangat efektif untuk menekan penguapan air tanah selama puncak musim kemarau. Selalu utamakan tindakan pencegahan agar pohon nangka peliharaan Anda tetap tumbuh subur, hijau lebat, dan menghasilkan buah berkualitas tinggi.