Penyebab utama yang perlu dicermati pertama kali adalah manajemen penyiraman dan pemupukan dasar. Ketika musim kemarau melanda, tingkat penguapan tanah meningkat tajam, sehingga penyerapan hara makro seperti nitrogen berkurang drastis dan memicu gejala klorosis atau penipisan zat hijau daun pada daun-daun tua di bagian bawah tajuk.
Selain faktor fisiologis lingkungan, hama penghisap seperti kutu kebul, thrips, dan tungau merah sering berkembang pesat pada suhu udara tinggi di atas 30 derajat Celsius. Hama ini merusak jaringan stomata dan merampas cairan nutrisi tanaman, menyebabkan munculnya bercak kuning mikroskopis yang menyatu hingga seluruh helai daun berubah warna dan akhirnya gugur.
Untuk mengembalikan kesegaran tanaman nangka, pekebun perlu menerapkan tindakan pemulihan terpadu mulai dari pemberian mulsa organik setebal 5 sampai 10 cm di sekitar piringan pohon. Lakukan pemangkasan pemeliharaan secara berkala untuk mengurai kerimbunan tajuk agar sirkulasi udara lancar dan sinar matahari terbagi merata ke seluruh bagian canopy.





