Faktor kedua yang sering menjadi kendala adalah kesalahan dalam manajemen pemangkasan cabang atau sulur. Petani kerap membiarkan seluruh cabang tumbuh rimbun, padahal buah naga hanya akan memunculkan bunga pada sulur yang tua, sehat, dan terkena sinar matahari langsung yang telah dipangkas bagian ujungnya untuk menghentikan pertumbuhan vegetatif.
Kesalahan dalam pemupukan juga memegang peranan besar, khususnya pemberian pupuk tinggi nitrogen secara berlebihan yang membuat tanaman fokus membentuk batang hijau yang lebat tetapi menghambat pembentukan bakal buah. Untuk merangsangnya, kita perlu menghentikan pupuk hijau tersebut dan beralih ke pupuk kaya fosfor dan kalium menjelang musim kemarau.
Kurangnya penyerbukan buatan pada malam hari juga sering membuat bakal bunga yang sudah muncul akhirnya rontok begitu saja tanpa menjadi buah. Di habitat aslinya, penyerbukan dibantu oleh kelelawar malam, sehingga di pekarangan rumah kita sering kali harus membantu proses penyerbukan secara manual menggunakan kuas saat bunga mekar penuh pada pukul sembilan malam.