Manajemen nutrisi yang keliru juga menjadi penyebab utama kegagalan berbuah. Pemberian pupuk bersumber nitrogen tinggi secara terus-menerus merangsang pertumbuhan vegetatif berupa sulur baru yang lebat tetapi mandul. Untuk merangsang pembuahan, ubah pola pemupukan 2 hingga 3 minggu sebelum fase pembungaan dengan meningkatkan unsur fosfor dan kalium, serta berikan kompos matang sebanyak 5 hingga 10 kg per tiang panjat setiap 3 bulan.
Pemangkasan rutin adalah kunci teknis yang sering terabaikan oleh pekebun. Sulur yang bertumpuk, tipis, atau tua yang tidak produktif akan menghabiskan cadangan makanan tanaman. Lakukan pemangkasan sanitasi dengan menyisakan 20 hingga 30 sulur sehat per tiang panjat, lalu lakukan pemangkasan pucuk (potong ujung sulur 5 hingga 7 cm) pada sulur dewasa berwarna hijau tua untuk menghentikan pertumbuhan vegetatif dan memicu stres produktif.
Kegagalan pembentukan buah sering kali terjadi akibat penyerbukan yang tidak sempurna. Bunga buah naga mekar penuh pada malam hari dan hanya bertahan hingga pagi hari. Pada varietas buah naga merah yang bersifat self-incompatible, bantuan penyerbukan manual pada pukul 21.00 hingga 03.00 mampu meningkatkan keberhasilan pembentukan buah dari bawah 30 persen menjadi lebih dari 85 persen.





