Memasuki fase generatif (umur di atas 10 sampai 12 bulan), perimbangan nutrisi harus bergeser ke unsur Fosfor dan Kalium tinggi untuk memancing pembungaan. Pengaplikasian pupuk fosfat tinggi diberikan sebanyak 100 gram per tiang panjat saat memasuki jeda musim hujan ke kemarau, disusul pemberian pupuk kalium secara berkala setiap 2 minggu sekali sebanyak 50 gram selama pembentukan kuncup bunga hingga mekar sempurna.
Saat buah naga mulai terbentuk hingga siap panen (sekitar 30 sampai 35 hari setelah bunga mekar), fokus pemupukan bertumpu pada peningkatan kadar gula dan bobot buah. Aplikasi pupuk tinggi Kalium dan Magnesium diberikan secara kocor atau tebar sebanyak 75 gram per tiang panjat dengan frekuensi 10 hari sekali. Pengurangan pasokan Nitrogen pada fase ini sangat krusial agar sulur tidak terlalu vegetatif dan buah tidak mudah pecah.
Setelah masa panen raya usai, tanaman buah naga memerlukan pemulihan kondisi sulur yang lemas dan pangkasan bekas buah. Tambahkan kembali bahan organik sebanyak 15 kg kompos matang per tiang panjat yang dicampur dolomit sebanyak 200 gram untuk menjaga pH tanah tetap di angka ideal 6,0 sampai 6,5. Pemeliharaan rutin ini memastikan siklus pembungaan berikutnya dapat berlangsung serempak dan berlanjut sepanjang tahun di iklim tropis Indonesia.





