Panduan Pemupukan Buah Naga yang Tepat per Fase

Pemupukan buah naga yang tepat sesuai fase pertumbuhan akan meningkatkan hasil panen hingga 30%.

Jawaban singkat

Pemupukan buah naga (Hylocereus) harus disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman karena kebutuhan nutrisi berbeda setiap tahap. Di Indonesia, buah naga bisa dibudidayakan sepanjang tahun, namun puncak produksi biasanya terjadi pada musim kemarau (April–September). Pemupukan yang tepat akan merangsang pertumbuhan vegetatif, pembungaan, dan pembuahan.

Ringkas: Buah Naga

Cahaya
Sinar matahari penuh minimal 8 jam sehari
Penyiraman
Siram saat media tanam kering di musim kemarau
Musim
Sepanjang tahun di wilayah tropis
Tingkat Kesulitan
Sedang

Pastikan tiang panjat sangat kuat menahan berat tajuk tanaman dewasa

Pada fase vegetatif (umur 0–6 bulan), tanaman membutuhkan nitrogen (N) tinggi untuk pertumbuhan batang dan akar. Gunakan pupuk NPK dengan rasio tinggi N seperti 15-15-15 atau 20-10-10. Berikan 50–100 gram per tanaman setiap 2 minggu, dikombinasikan dengan pupuk kandang 2–3 kg per tanaman setiap 3 bulan. Pastikan penyiraman cukup, terutama di musim kemarau.

Memasuki fase generatif (umur >6 bulan, menjelang berbunga), kurangi N dan tingkatkan fosfor (P) serta kalium (K) untuk merangsang pembungaan dan pembuahan. Gunakan NPK 10-30-20 atau 12-24-12 sebanyak 100–150 gram per tanaman setiap 3 minggu. Tambahkan pupuk organik cair (POC) dari fermentasi buah atau kotoran ternak setiap 2 minggu untuk memperkuat bunga dan buah.

Pada fase panen dan pasca panen, berikan pupuk dengan K tinggi (misal NPK 10-10-30) untuk meningkatkan kualitas buah dan memulihkan tanaman. Aplikasikan 100 gram per tanaman sebulan sekali selama 2 bulan setelah panen. Hindari pemupukan berlebihan karena dapat menyebabkan buah pecah atau batang busuk. Selalu siram setelah pemupukan agar nutrisi cepat terserap.

Langkah-langkah

  1. Fase Vegetatif (0–6 bulan): Beri NPK 15-15-15 atau 20-10-10 50–100 gram/tanaman setiap 2 minggu, ditambah pupuk kandang 2–3 kg/tanaman setiap 3 bulan.
  2. Fase Generatif (>6 bulan, menjelang bunga): Ganti ke NPK 10-30-20 atau 12-24-12 100–150 gram/tanaman setiap 3 minggu, tambah POC setiap 2 minggu.
  3. Fase Panen & Pasca Panen: Gunakan NPK 10-10-30 100 gram/tanaman sebulan sekali selama 2 bulan setelah panen.
  4. Aplikasi: Tabur pupuk di sekitar batang dengan jarak 10–15 cm dari pangkal, lalu siram dengan air secukupnya. Lakukan pagi atau sore hari.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik memupuk buah naga?

Pagi hari (06.00–08.00) atau sore hari (16.00–18.00) saat suhu tidak terlalu panas, agar pupuk tidak menguap dan diserap optimal.

Apakah pupuk kandang saja cukup untuk buah naga?

Tidak, pupuk kandang sebagai pupuk dasar baik, namun buah naga tetap memerlukan pupuk NPK untuk memenuhi kebutuhan unsur hara makro yang seimbang.

Berapa kali pemupukan dalam sebulan?

Frekuensi tergantung fase: fase vegetatif 2 kali sebulan, generatif 1–2 kali sebulan, pasca panen 1 kali sebulan.

Apa tanda kekurangan fosfor pada buah naga?

Batang berwarna ungu kemerahan, pertumbuhan lambat, dan sedikit bunga. Segera beri pupuk dengan P tinggi.

Bolehkah menggunakan pupuk NPK 16-16-16 untuk buah naga?

Boleh untuk fase vegetatif, namun fase generatif lebih baik gunakan NPK dengan P dan K lebih tinggi seperti 10-30-20.

Apakah pemupukan perlu dihentikan saat musim hujan?

Tidak, tetap lakukan namun kurangi dosis 25–50% karena risiko pencucian hara. Gunakan pupuk slow release agar lebih efisien.

Lebih lanjut tentang Buah Naga

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.