Buah Naga, Panduan Lengkap Pemupukan Buah Naga per Fase Pertumbuhan
Kawê Rodrigues / Pexels

Panduan Lengkap Pemupukan Buah Naga per Fase Pertumbuhan

Pemupukan buah naga yang tepat per fase pertumbuhan dapat memicu pembungaan optimal dan meningkatkan bobot buah secara signifikan sepanjang tahun.

Jawaban singkat

Pada fase vegetatif awal (umur 0 sampai 6 bulan), tanaman buah naga membutuhkan asupan hara makro berunsur Nitrogen tinggi untuk memicu pertumbuhan batang sulur yang kokoh. Berikan pupuk organik berupa kotoran ayam atau sapi matang sebanyak 10 hingga 15 kg per tiang panjat setiap 3 bulan sekali. Kombinasikan dengan pupuk anorganik kaya Nitrogen yang diaplikasikan selang 1 bulan sekali dengan dosis ringan sekitar 50 gram per tiang panjat pada musim hujan maupun kemarau.

Ringkas: Buah Naga

Cahaya
Sinar matahari penuh minimal 8 jam sehari
Penyiraman
Siram saat media tanam kering di musim kemarau
Musim
Sepanjang tahun di wilayah tropis
Tingkat Kesulitan
Sedang

Pastikan tiang panjat sangat kuat menahan berat tajuk tanaman dewasa

Memasuki fase generatif (umur di atas 10 sampai 12 bulan), perimbangan nutrisi harus bergeser ke unsur Fosfor dan Kalium tinggi untuk memancing pembungaan. Pengaplikasian pupuk fosfat tinggi diberikan sebanyak 100 gram per tiang panjat saat memasuki jeda musim hujan ke kemarau, disusul pemberian pupuk kalium secara berkala setiap 2 minggu sekali sebanyak 50 gram selama pembentukan kuncup bunga hingga mekar sempurna.

Saat buah naga mulai terbentuk hingga siap panen (sekitar 30 sampai 35 hari setelah bunga mekar), fokus pemupukan bertumpu pada peningkatan kadar gula dan bobot buah. Aplikasi pupuk tinggi Kalium dan Magnesium diberikan secara kocor atau tebar sebanyak 75 gram per tiang panjat dengan frekuensi 10 hari sekali. Pengurangan pasokan Nitrogen pada fase ini sangat krusial agar sulur tidak terlalu vegetatif dan buah tidak mudah pecah.

Setelah masa panen raya usai, tanaman buah naga memerlukan pemulihan kondisi sulur yang lemas dan pangkasan bekas buah. Tambahkan kembali bahan organik sebanyak 15 kg kompos matang per tiang panjat yang dicampur dolomit sebanyak 200 gram untuk menjaga pH tanah tetap di angka ideal 6,0 sampai 6,5. Pemeliharaan rutin ini memastikan siklus pembungaan berikutnya dapat berlangsung serempak dan berlanjut sepanjang tahun di iklim tropis Indonesia.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pembersihan gulma dan gemburkan tanah secara perlahan di sekitar piringan tiang panjat.
  2. Aplikasi pupuk dasar berupa kompos atau pupuk kandang matang bersama kapur dolomit pada awal musim atau pascapanen.
  3. Berikan pemupukan rutin fase vegetatif dengan pupuk kaya Nitrogen setiap bulan sampai sulur tumbuh memanjang dan rimbun.
  4. Beralih ke pemupukan fase generatif kaya Fosfor dan Kalium saat sulur siap dibuahkan atau setelah tindakan pemangkasan pembuahan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik memberikan pupuk kandang pada buah naga?

Pupuk kandang matang paling baik diberikan saat pengolahan tanah awal dan diulang setiap 3-4 bulan sekali atau setelah panen raya usai.

Mengapa bunga buah naga sering rontok sebelum menjadi buah?

Kerontokan bunga umumnya disebabkan oleh kelebihan pupuk Nitrogen, kekurangan unsur Kalium dan Kalsium, atau kondisi tanah yang terlalu basah saat pembungaan.

Apakah pemupukan buah naga berbeda saat musim hujan dan kemarau?

Prinsipnya sama, namun pada musim hujan prioritaskan pupuk tabur atau kurangi volume air kocor, sedangkan pada musim kemarau lakukan penyiraman secukupnya setelah pemupukan.

Berapa pH tanah yang ideal untuk pemupukan buah naga?

pH tanah ideal berkisar antara 6,0 hingga 6,5. Jika pH terlalu asam, serapan pupuk akan terhambat sehingga perlu ditambahkan kapur dolomit.

Apakah pupuk daun efektif untuk tanaman buah naga?

Pupuk daun efektif sebagai nutrisi tambahan mikro pada sulur, namun kebutuhan nutrisi utama tetap harus dipenuhi melalui pemupukan akar.

Lebih lanjut tentang Buah Naga

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.