Diagnosis diferensial menjadi langkah vital untuk menentukan tindakan korektif yang tepat. Serangan busuk lunak akibat bakteri ditandai dengan jaringan sulur yang mencair dan mengeluarkan aroma busuk yang sangat menyengat. Sebaliknya, penyakit cacar merah atau bercak oranye memunculkan bintik-bintik kasar menonjol berwarna kemerahan pada permukaan sulur, sementara antraknosa membentuk bercak cokelat kehitaman melingkar dengan tepi kekuningan yang mengering pada kondisi kemarau singkat di antara hari hujan.
Sanitasi kebun dan perbaikan tata kelola pangkasan merupakan fondasi utama pencegahan. Petani wajib memangkas sulur produktif yang terlalu rimbun hingga menyisakan 30 sampai 40 sulur utama per tiang panjat agar sirkulasi udara lancar dan sinar matahari dapat menembus 70 persen bagian dalam tajuk. Selain itu, buatlah saluran drainase penampung air setinggi minimal 40 sentimeter di antara barisan tanaman untuk memastikan air hujan langsung mengalir dan tidak menggenangi area perakaran lebih dari 2 jam.
Pengendalian hayati dan aplikasi perlindungan tanaman perlu dilakukan secara rutin setiap 7 sampai 10 hari sekali selama periode hujan lebat. Pemberian agen antagonis Trichoderma sp. sebanyak 100 gram per lubang tanam atau dikocor ke pangkal batang setiap bulan sangat efektif menekan perkembangan patogen tanah. Apabila tingkat serangan pada sulur sudah melebihi 10 persen, lakukan pemotongan bagian yang terinfeksi setidaknya 5 sentimeter di bawah batas jaringan sehat, lalu oleskan formulasi tembaga cair sesuai petunjuk label.





