Busuk batang (stem rot) disebabkan oleh jamur seperti Fusarium atau Phytophthora. Ciri utama: batang menguning, lunak, dan berlendir, terutama pada pangkal batang atau sambungan. Pada fase lanjut, batang mengerut dan mengeluarkan bau tidak sedap. Solusi: potong bagian yang terinfeksi 10 cm di bawah jaringan sehat, oleskan fungisida berbahan aktif tembaga atau kaptan pada luka (ikuti dosis label), dan perbaiki drainase dengan meninggikan bedengan 20-30 cm. Hindari penyiraman berlebihan, cukup 2-3 hari sekali saat musim hujan.
Antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides) menyerang buah dan batang muda. Pada buah, muncul bercak kecil bulat berwarna coklat kehitaman yang melebar dan mengering, menyebabkan buah retak. Pada batang, bercak seperti luka bakar. Penyakit ini menyebar cepat saat hujan deras. Solusi: pangkas bagian terserang, semprotkan fungisida berbahan aktif mankozeb atau benomil sesuai rekomendasi penyuluh setempat. Lakukan penyemprotan rutin setiap 7-10 hari saat musim hujan. Buah yang terinfeksi parah sebaiknya dibuang jauh dari kebun.
Busuk buah akibat bakteri (Erwinia atau Pseudomonas) ditandai dengan bercak basah berair yang mengeluarkan lendir, berbau busuk, dan buah mengkerut. Serangan sering terjadi pada buah yang luka. Solusi: kurangi kelembaban dengan pengaturan jarak tanam (2x2 m) dan pemangkasan tunas air. Gunakan bakterisida berbahan aktif streptomisin atau kloramfenikol sesuai petunjuk label. Jika serangan parah, cabut tanaman dan bakar untuk mencegah penyebaran. Selalu bersihkan alat panen dengan alkohol 70% setelah digunakan.