Buah Naga, Daun Buah Naga Keriting: Penyebab & Solusi
Kawê Rodrigues / Pexels

Daun Buah Naga Keriting: Penyebab & Solusi

Batang atau sulur buah naga yang tampak keriting dan mengerut biasanya disebabkan oleh stres air pada musim kemarau, serangan hama penyedot cairan, atau infeksi virus.

Jawaban singkat

Pahami terlebih dahulu bahwa bagian menyerupai daun pada buah naga sebenarnya adalah sulur atau batang berbagan sukulen. Pada musim kemarau panjang di wilayah tropis Indonesia, penguapan tinggi dapat menyebabkan tanaman kehilangan cairan seluler hingga 30 sampai 40 persen dalam kurun waktu 2 hingga 3 minggu jika penyiraman tidak teratur, sehingga sulur kehilangan tekanan turgor dan tampak mengerut atau keriting.

Ringkas: Buah Naga

Cahaya
Sinar matahari penuh minimal 8 jam sehari
Penyiraman
Siram saat media tanam kering di musim kemarau
Musim
Sepanjang tahun di wilayah tropis
Tingkat Kesulitan
Sedang

Pastikan tiang panjat sangat kuat menahan berat tajuk tanaman dewasa

Serangan hama penyedot cairan juga menjadi pemicu utama sulur muda tumbuh terdistorsi. Kutu daun dan kutu kebul yang menyerang pupus muda berumur 1 hingga 14 hari menyedot nutrisi secara masif, mengakibatkan jaringan baru tumbuh melengkung, kaku, dan mengkerut secara abnormal.

Pengelolaan penyiraman pada musim kemarau membutuhkan volume sekitar 10 hingga 15 liter air per tiang panjat yang berisi 3 sampai 4 tanaman, dengan frekuensi 2 hari sekali pada pagi hari sebelum pukul 08.00 WIB. Pemberian mulsa organik selebal 5 hingga 8 cm di sekitar area perakaran sangat krusial untuk menahan laju penguapan air dari dalam tanah.

Pemangkasan sanitasi wajib dilakukan pada sulur tua yang terinfeksi berat atau sulur yang sudah tidak produktif setelah berumur lebih dari 2 tahun. Pengaplikasian bahan organik berupa pupuk kandang terdekomposisi sempurna sebanyak 10 hingga 15 kg per tiang panjat setiap 3 bulan sekali akan memperkuat daya tahan jaringan tanaman terhadap stres lingkungan.

Penyebab & Cara Mengatasi

Dehidrasi / Stres Kekeringan Musim Kemarau

Ciri: Batang meliuk, kempis, keriput merata pada jaringan tua dan muda, tanah mengering mendalam lebih dari 5 cm.

Solusi: Lakukan penyiraman rutin 10-15 liter per tiang panjat setiap 2 hari sekali dan berikan lapisan mulsa organik.

Serangan Hama Kutu Daun dan Kutu Kebul

Ciri: Keriting mendadak pada pupus muda, terdapat lapisan embun jelut hitam atau koloni serangga kecil di ketiak duri.

Solusi: Semprotkan larutan sabun pembasah atau pestisida nabati secara merata pada pagi atau sore hari.

Infeksi Virus Keriting Buah Naga

Ciri: Sulur kerdil, melengkung kaku, terdapat pola mosaik atau bercak kekuningan simetris pada jaringan batang muda.

Solusi: Gunakan bibit bebas virus, segera pangkas dan musnahkan bagian tanaman yang terinfeksi berat agar tidak menular.

Langkah-langkah

  1. Amati dan identifikasi gejala pada sulur muda maupun tua untuk menentukan apakah masalah disebabkan oleh dehidrasi atau serangan organisme pengganggu tumbuhan.
  2. Perbaiki jadwal penyiraman pada musim kemarau menjadi 2 hari sekali dengan volume 10 hingga 15 liter per tiang panjat pada pagi hari.
  3. Bersihkan gulma di sekitar radius 1 meter dari tiang panjat lalu pasang mulsa jerami atau rumput kering setebal 5 hingga 8 cm.
  4. Lakukan pemangkasan pada sulur yang terinfeksi hama atau virus secara parah, kemudian bakar atau kubur jauh dari lokasi perkebunan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa sulur buah naga mengerut dan keriting saat musim kemarau?

Penyebab utamanya adalah kehilangan tekanan turgor sel akibat kekurangan pasokan air dan suhu udara tinggi yang mempercepat transpirasi.

Berapa kali buah naga harus disiram saat musim kemarau?

Idealnya disiram setiap 2 hari sekali dengan volume 10 hingga 15 liter per tiang panjat pada pagi hari.

Apakah sulur buah naga yang sudah keriting bisa kembali normal?

Sulur yang keriput akibat dehidrasi dapat pulih dalam 3 sampai 5 hari setelah disiram, namun yang disebabkan infeksi virus tidak bisa pulih dan harus dipangkas.

Hama apa saja yang sering menyebabkan batang buah naga keriting?

Hama pengisap cairan seperti kutu daun (aphids), kutu kebul, dan thrips yang menyerang bagian pupus muda.

Lebih lanjut tentang Buah Naga

Panduan terkait

Daun Keriting, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.