Serangan hama penyedot cairan juga menjadi pemicu utama sulur muda tumbuh terdistorsi. Kutu daun dan kutu kebul yang menyerang pupus muda berumur 1 hingga 14 hari menyedot nutrisi secara masif, mengakibatkan jaringan baru tumbuh melengkung, kaku, dan mengkerut secara abnormal.
Pengelolaan penyiraman pada musim kemarau membutuhkan volume sekitar 10 hingga 15 liter air per tiang panjat yang berisi 3 sampai 4 tanaman, dengan frekuensi 2 hari sekali pada pagi hari sebelum pukul 08.00 WIB. Pemberian mulsa organik selebal 5 hingga 8 cm di sekitar area perakaran sangat krusial untuk menahan laju penguapan air dari dalam tanah.
Pemangkasan sanitasi wajib dilakukan pada sulur tua yang terinfeksi berat atau sulur yang sudah tidak produktif setelah berumur lebih dari 2 tahun. Pengaplikasian bahan organik berupa pupuk kandang terdekomposisi sempurna sebanyak 10 hingga 15 kg per tiang panjat setiap 3 bulan sekali akan memperkuat daya tahan jaringan tanaman terhadap stres lingkungan.





