Untuk mengatasi masalah layu akibat kekurangan air di musim kemarau, lakukan penyiraman secara berkala sebanyak 10 hingga 15 liter air per tiang panjat setiap 3 hingga 4 hari sekali. Lakukan penyiraman pada pagi hari sebelum pukul 08.00 WIB atau sore hari setelah pukul 16.00 WIB agar penguapan air tidak terlalu tinggi. Pastikan kondisi tanah di sekitar piringan tiang tetap lembap namun tidak becek agar struktur perakaran tidak terganggu.
Jika layu disertai dengan perubahan warna batang menjadi cokelat kehitaman dan berbau tidak sedap, kemungkinan besar terjadi serangan busuk pangkal batang akibat patogen jamur atau bakteri. Langkah sanitasi harus segera dilakukan dengan memotong bagian batang yang membusuk menggunakan gunting pangkas yang disterilkan, lalu membuang limbahnya jauh dari areal kebun. Berikan pupuk organik matang sebanyak 5 hingga 10 kilogram per tiang yang telah diperkaya mikroba antagonis untuk merangsang pertumbuhan akar baru.
Pencegahan berkelanjutan di wilayah beriklim tropis dapat dilakukan dengan mengaplikasikan mulsa jerami kering setebal 5 sampai 10 sentimeter di sekeliling piringan tiang panjat. Penutupan permukaan tanah ini terbukti efektif menjaga kelembapan tanah, menurunkan suhu perakaran pada puncak kemarau antara bulan Agustus hingga Oktober, serta mencegah stres lingkungan berlebih pada tanaman buah naga.





