Memasuki musim kemarau, ancaman hama didominasi oleh kutu putih dan koloni semut yang perkembangannya meningkat hingga 60 persen akibat udara kering. Kutu putih mengisap cairan sel pada batang meliuk dan memicu timbulnya jamur jelutung yang menghambat fotosintesis. Penyemprotan aliran air bertekanan sedang dengan frekuensi 2 kali seminggu pada pagi hari pukul 06.00 hingga 08.00 sangat efektif merontokkan kutu tanpa merusak jaringan lilin kaktus.
Saat musim hujan tiba, tantangan bergeser pada serangan lalat buah yang menyasar kuncup bunga serta buah muda berumur 10 sampai 15 hari setelah bunga mekar. Lalat betina menusuk kulit buah untuk meletakkan telur, menyebabkan daging buah membusuk dari dalam hingga seluas 3 sampai 5 sentimeter. Penggunaan perangkap beratraktan sebanyak 15 hingga 20 titik per hektar serta pembungkusan buah dengan kantong spunbond ukuran 20x25 sentimeter menjadi prosedur wajib.
Pengendalian lingkungan atau sanitasi kebun harus dijalankan konsisten dengan membersihkan gulma melingkar radius 1 meter dari pangkal tiang setiap 30 hari. Batang tua yang mengalami kerusakan parah akibat hama harus dipangkas sepanjang 15 hingga 20 sentimeter lalu dimusnahkan jauh dari kebun. Penerapan kultur teknis yang disiplin ini terbukti mampu menjaga produktivitas tanaman hingga mencapai 15 sampai 20 kg buah berkualitas per tiang panjat setiap tahunnya.





