Hama utama yang sering menyerang buah naga meliputi kutu putih, tungau merah, lalat buah, serta bekicot yang aktif pada malam hari atau kondisi basah. Kutu putih biasanya bergerombol di sela-sela batang dan menyedot cairan tanaman, meninggalkan embun jelaga hitam yang mengganggu fotosintesis. Sementara itu, serangan lalat buah menjadi momok utama saat musim berbuah karena menyebabkan daging buah menjadi busuk berair dan bergulat dengan larva di dalamnya, sehingga tidak layak jual maupun konsumsi.
Strategi pengendalian hama yang efektif di iklim tropis mengutamakan prinsip Pengendalian Hama Terpadu yang memadukan teknik kultur teknis, mekanis, dan hayati secara berkesinambungan. Pembersihan gulma secara berkala, pemangkasan batang yang terlalu rimbun untuk melancarkan sirkulasi udara, serta penggunaan perangkap kuning atau feromon seks adalah langkah preventif yang sangat dianjurkan. Selain itu, menjaga kebersihan kebun dari sisa buah busuk dan gulma inang akan memutus siklus hidup hama secara drastis sepanjang tahun.
Apabila serangan hama terpaksa memerlukan intervensi bahan kimia, pastikan untuk membaca petunjuk pada label kemasan dengan teliti dan gunakan perlengkapan pelindung diri yang memadai saat aplikasi. Anda juga sangat dianjurkan untuk berkonsultasi langsung dengan petugas penyuluh pertanian lapangan di Balai Penyuluhan Pertanian setempat untuk mendapatkan rekomendasi produk dan dosis yang paling bijak. Dengan ketekunan merawat dan memantau kebun setiap minggu, tanaman buah naga Anda akan tumbuh subur, sehat, dan menghasilkan panen buah yang manis dan mulus.