Untuk mendiagnosis secara tepat, kita perlu memeriksa kelembapan media tanam dan tekstur batang secara langsung di lapangan. Jika batang menguning dan terasa lunak atau berair, penyebabnya hampir pasti adalah kebusukan akibat cendawan atau bakteri yang berkembang biak di sela-sela musim peralihan. Sebaliknya, jika batang menguning tetapi tetap keras dan mengerut, tanaman sedang mengalami dehidrasi berat atau kekurangan unsur hara harian akibat pemupukan yang kurang optimal.
Penanganan yang tepat harus dilakukan secepat mungkin agar area kuning tidak meluas dan mematikan seluruh jaringan tanaman. Lakukan penyiraman air bersih sebanyak 10 hingga 15 liter per tiang panjat setiap dua hari sekali pada pagi hari selama musim kemarau ekstrem. Jika ditemukan jaringan batang yang membusuk, lakukan pemangkasan sanitasi menggunakan alat tajam steril hingga batas jaringan sehat, lalu oleskan bubur beras atau fungisida nabati pada luka potongan.
Pencegahan jangka panjang dapat dicapai dengan memberikan pupuk kandang matang sebanyak 10 kilogram per lubang tanam setiap enam bulan sekali serta menjaga sistem drainase agar tidak ada genangan saat hujan tiba-tiba turun. Petani juga disarankan memasang jaring peneduh dengan intensitas 25 persen di atas tanaman jika intensitas radiasi matahari di wilayah setempat terlalu tinggi. Dengan perawatan yang teliti dan konsisten, buah naga akan kembali memproduksi sulur hijau yang produktif dan siap berbuah lebat.