Kerusakan akibat terik matahari atau sunburn biasanya menyerang sisi cabang yang menghadap langsung ke arah terbit atau terbenamnya matahari. Sementara itu, kekurangan air kronis selama fase kemarau tanpa sistem irigasi yang teratur membuat cabang kehilangan turgor, tampak keriput, dan menguning merata dari pangkal hingga ujung. Pengairan secara berkala setidaknya 2 kali seminggu dengan volume 10 hingga 15 liter per tiang panjat sangat penting untuk menjaga kelembapan piringan tanah.
Selain faktor lingkungan, warna kuning pada cabang juga bisa menjadi indikasi awal infeksi patogen seperti bakteri atau cendawan yang memicu busuk batang. Berbeda dengan efek sunburn yang batangnya tetap keras, infeksi patogen ditandai dengan perubahan warna kuning kecokelatan yang diiringi tekstur lunak, berair, serta mengeluarkan bau tidak sedap. Kondisi ini sering kali diperparah jika petani memberikan pupuk kandang mentah yang belum terkompos sempurna di sekitar pangkal batang.
Untuk mengatasi masalah ini secara menyeluruh, pemangkasan sanitasi pada cabang yang terinfeksi parah harus segera dilakukan diikuti perbaikan manajemen peneduh dan penyiraman. Pemasangan jaring peneduh atau paranet dengan tingkat kerapatan 30 persen selama puncak musim kemarau terbukti efektif mengurangi tekanan radiasi ultraviolet pada kebun buah naga, baik skala pekarangan maupun perkebunan komersial.





