Media tanam yang ideal harus bersifat poros, gembur, kaya bahan organik, dan tidak mudah menggenangkan air karena akar buah naga sangat sensitif terhadap kelembapan berlebih. Campurkan tanah, pupuk kandang matang atau kompos, dan sekam bakar dengan perbandingan 2:2:1 ke dalam lubang tanam atau pot berdiameter minimal 50 cm. Selama musim kemarau di Indonesia, lakukan penyiraman sebanyak dua kali sehari pada pagi dan sore hari, sementara di musim hujan cukup pastikan drainase lubang tanam bekerja dengan baik agar air tidak menggenang.
Pemupukan teratur memegang peranan krusial dalam siklus hidup buah naga untuk merangsang pembungaan yang lebat. Berikan pupuk kandang matang sebanyak 5 hingga 10 kilogram per tiang panjat setiap 3 bulan sekali, dikombinasikan dengan pupuk berunsur hara makro seimbang saat fase pertumbuhan. Memasuki awal musim pancaroba, aplikasikan pupuk dengan kandungan fosfor dan kalium lebih tinggi untuk memicu kemunculan kuncup bunga yang biasanya mulai marak pada bulan September hingga Maret.
Pemangkasan cabang atau wiwil adalah kunci agar energi tanaman terfokus untuk memproduksi buah berkualitas tinggi. Sisakan 3 hingga 4 cabang utama yang merambat naik pada tiang panjat, lalu potong ujung cabang sekunder setelah mencapai panjang sekitar 1,5 meter untuk merangsang pertumbuhan cabang produktif baru. Lakukan juga pemangkasan rutin pada cabang yang tua, sakit, atau bersilangan agar sirkulasi udara di sekitar tajuk tanaman tetap lancar dan terhindar dari serangan jamur.