Media tanam yang ideal untuk buah naga adalah campuran tanah topsoil, pupuk kandang matang, dan pasir pasang dengan perbandingan 1:1:1 yang memiliki drainase baik dan pH netral sekitar 6 hingga 7. Penggunaan tiang panjatan setinggi 1,5 hingga 2 meter dari beton atau kayu keras sangat krusial untuk menopang tajuk tanaman yang bisa mencapai berat 50 hingga 80 kilogram per tiang. Pada bagian atas tiang panjatan, pasang ban bekas atau besi melingkar untuk tempat menjulurnya cabang-cabang produksi.
Pemupukan berkala merupakan kunci utama agar tanaman buah naga rajin berbuah sepanjang tahun. Pada fase vegetatif (umur 0-6 bulan), berikan pupuk kandang sapi atau ayam sebanyak 5-10 kg per tiang panjatan setiap 3 bulan sekali, dikombinasikan dengan pupuk NPK seimbang. Saat memasuki fase generatif (di atas 6 bulan), tingkatkan pemupukan dengan pupuk berbahan dasar kalium dan fosfor tinggi sebanyak 50 gram per tiang setiap bulan untuk merangsang pembentukan bunga dan mengoptimalkan rasa manis buah.
Pemangkasan cabang merupakan pemeliharaan wajib yang harus dilakukan secara teratur untuk menjaga produktivitas tanaman. Terdapat tiga jenis pemangkasan: pemangkasan pembentukan batang utama, pemangkasan cabang produksi, dan pemangkasan peremajaan setelah masa panen puncak. Buang cabang yang melengkung ke bawah yang tidak produktif, cabang yang kerdil, serta cabang yang terserang penyakit busuk batang agar sirkulasi udara di dalam tajuk tetap terjaga lancar.





