Proses pembusukan akar pada Hylocereus diawali dari kerusakan sel-sel penyerap air. Akar yang terinfeksi akan berubah warna dari putih segar menjadi cokelat kehitaman, bertekstur lunak berlendir, dan mengeluarkan bau pembusukan yang khas. Dampaknya pada bagian atas tanaman terlihat jelas pada sulur atau batang memanjat yang perlahan menguning, keriput, layu, serta menggagalkan pembentukan bunga dan buah pada musim panen.
Langkah mekanis dan teknis budidaya harus segera dilakukan untuk menyelamatkan tanaman yang terserang. Buat atau perdalam parit drainase di antara barisan tiang panjat dengan kedalaman minimal 40 hingga 50 cm agar air hujan langsung mengalir lancar. Selain itu, kurangi kerapatan tajuk melalui pemangkasan pemeliharaan agar sinar matahari dapat menembus permukaan tanah di sekitar pangkal batang untuk menurunkan kelembapan mikro.
Pengaturan nutrisi juga sangat krusial selama periode pemulihan di musim basah. Hentikan sementara pemberian pupuk nitrogen tinggi seperti urea yang membuat jaringan tanaman menjadi sukulen dan rentan serangan penyakit. Alihkan pemupukan ke unsur hara mikro serta unsur fosfor dan kalium untuk memperkuat perakaran dan ketahanan jaringan tanaman, sembari memantau kondisi zona perakaran setiap 7 hari sekali.





