Markisa, Penyebab Markisa Tidak Berbuah dan Cara Efektif Merangsang Pembuahan
Thanh Long Bùi / Pexels

Penyebab Markisa Tidak Berbuah dan Cara Efektif Merangsang Pembuahan

Tanaman markisa tidak berbuah umumnya disebabkan oleh ketidakseimbangan nutrisi, kurangnya penyerbukan, pemangkasan yang keliru, serta cekaman air pada musim kemarau.

Jawaban singkat

Masalah tanaman markisa (Passiflora edulis) yang enggan berbuah sering kali dialami para petani dan pekebun rumahan, terutama saat memasuki musim kemarau di Indonesia. Tanaman markisa membutuhkan stimulasi fisiologis yang tepat agar mampu mengalihkan fasenya dari pertumbuhan vegetatif (daun dan batang) ke fase generatif (bunga dan buah). Tanpa paparan sinar matahari langsung selama 6 hingga 8 jam setiap hari dan keseimbangan hara unsur hara makro, kuncup bunga markisa tidak akan terbentuk secara optimal.

Ringkas: Markisa

Cahaya
Sinar matahari penuh (minimal 6 jam per hari)
Penyiraman
Siram 2-3 kali seminggu, lebih sering saat musim kemarau
Musim
Sepanjang tahun, panen raya musim kemarau
Tingkat Kesulitan
Sedang

Butuh rambatan kuat dan pemangkasan rutin

Penyebab paling umum tanaman markisa hanya rimbun oleh daun tanpa memunculkan bunga adalah pemberian unsur Nitrogen yang berlebihan. Pada musim kemarau, pemberian pupuk Nitrogen tinggi secara terus-menerus memicu pembentukan kanopi daun yang terlalu tebal namun menekan pembentukan hormon pembungaan. Selain itu, kekurangan pasokan air saat pembentukan kuncup menyebabkan calon bunga gugur prematur. Tanaman markisa dewasa membutuhkan setidaknya 10 hingga 15 liter air per pohon yang diberikan setiap 2 hari sekali selama periode kering.

Faktor krusial kedua adalah masalah penyerbukan pada bunga markisa. Bunga markisa memiliki struktur yang unik dan hanya mekar selama beberapa jam saja dalam sehari, biasanya dari pukul 06.00 hingga 12.00 WIB. Di beberapa wilayah, penurunan populasi serangga penyerbuk alami seperti lebah kayu (Xylocopa) atau lebah kelulut membuat bunga mekar gagal terbuahi dan gugur dalam waktu 24 hingga 48 jam. Penyerbukan buatan secara manual menggunakan jemari atau kuas kecil sangat efektif mengatasi kendala ini.

Untuk merangsang pembuahan yang melimpah, langkah pemangkasan cabang secara berkala setiap 3 sampai 4 bulan sekali sangat dianjurkan. Pemangkasan berfungsi membuka sirkulasi udara serta memastikan 80 persen tajuk tanaman terpapar sinar matahari. Dikombinasikan dengan pemupukan susulan berkadar Posfor dan Kalium tinggi sebanyak 200 hingga 300 gram per pohon setiap 1 bulan sekali, tanaman markisa dipastikan akan memunculkan kuncup bunga baru dalam waktu 3 hingga 4 minggu setelah perlakuan.

Penyebab & Cara Mengatasi

Kelebihan Nutrisi Nitrogen

Ciri: Daun sangat rimbun dan berwarna hijau gelap, tetapi tidak ada kuncup bunga yang muncul.

Solusi: Hentikan penggunaan pupuk Nitrogen tinggi dan beralihlah ke pemupukan berunsur Posfor dan Kalium tinggi.

Gagal Penyerbukan (Kurang Agen Penyerbuk)

Ciri: Bunga mekar sempurna namun menguning dan gugur dalam 1-2 hari tanpa membentuk bakal buah.

Solusi: Lakukan penyerbukan buatan menggunakan kuas lembut pada pukul 07.00 sampai 10.00 pagi.

Tajuk Terlalu Rimbun dan Kurang Cahaya

Ciri: Bunga hanya tumbuh di bagian luar tajuk atas, sedangkan bagian dalam dan bawah gundul tanpa bunga.

Solusi: Pangkas cabang sekunder dan tersier yang saling menutupi agar cahaya matahari menembus bagian dalam tanaman.

Cekaman Air Musim Kemarau

Ciri: Kuncup bunga terbentuk namun mengering dan layu sebelum sempat mekar.

Solusi: Berikan penyiraman rutin 10-15 liter per pohon setiap 2 hari dan pasang mulsa organik setebal 10 cm.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pemangkasan sanitasi dan pembentukan dengan memotong cabang tersier tua yang sudah pernah berbuah serta cabang yang mati.
  2. Berikan pemupukan susulan kaya Posfor (P) dan Kalium (K) sebanyak 200-300 gram per pohon setiap 4 minggu sekali untuk memicu pembungaan.
  3. Lakukan penyerbukan manual dengan mengusapkan serbuk sari dari kepala sari ke kepala putik bunga markisa pada pagi hari antara pukul 07.00 hingga 10.00 WIB.
  4. Jaga kelembapan area perakaran selama musim kemarau dengan menutup sekeliling piringan tanaman menggunakan mulsa jerami atau daun kering setebal 5-10 cm.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa umur tanaman markisa mulai belajar berbuah?

Tanaman markisa biasanya mulai belajar berbunga dan berbuah pada umur 5 hingga 7 bulan setelah tanam jika berasal dari stek atau cangkok.

Mengapa bunga markisa mekar lalu gugur begitu saja?

Gugurnya bunga umumnya disebabkan oleh tidak terjadinya proses penyerbukan atau tanaman mengalami kekurangan unsur Kalium dan air.

Apakah tanaman markisa membutuhkan dua pohon agar bisa berbuah?

Varietas markisa kuning umumnya membutuhkan penyerbukan silang dari tanaman lain, sedangkan markisa ungu atau manis dapat melakukan penyerbukan sendiri.

Kapan waktu terbaik untuk melakukan penyerbukan buatan?

Waktu terbaik adalah pagi hari antara pukul 07.00 hingga 10.00 WIB saat bunga baru mekar segar dan serbuk sari dalam kondisi aktif.

Berapa frekuensi pemangkasan tanaman markisa yang ideal?

Pemangkasan ringan dilakukan setiap 3-4 bulan sekali, sedangkan pemangkasan berat dilakukan satu kali setelah periode panen raya selesai.

Lebih lanjut tentang Markisa

Panduan terkait

Tidak Berbuah, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.