Untuk mengatasi masalah ini secara akurat, pekebun harus mampu membedakan antara layu akibat kekurangan air dan layu akibat penyakit busuk akar. Pemeriksaan pangkal batang dan kondisi tanah di sekitar perakaran adalah kunci utama dalam menegakkan diagnosis lapangan.
Pemberian air irigasi secara rutin sebanyak dua hingga tiga kali seminggu pada pagi hari sangat penting untuk menjaga kelembapan tanah tanpa membuat akar terendam. Selain itu, aplikasi bahan organik matang di sekitar zona perakaran dapat meningkatkan kapasitas retensi air tanah secara signifikan.
Pencegahan jangka panjang melibatkan perbaikan drainase lahan sebelum musim kemarau berakhir dan penggunaan bibit tahan penyakit. Pemangkasan ringan juga dianjurkan untuk mengurangi beban transpirasi daun selama cuaca panas terik.