Untuk membedakan layu akibat stres lingkungan dan infeksi patogen, pengamatan rutin pada jam 06.00 WIB sangat krusial. Tanaman yang layu karena panas terik siang hari umumnya akan segar kembali pada pagi hari. Sebaliknya, jika tanaman tetap layu di pagi hari meski kelembapan tanah mencukupi, indikasi kuat mengarah pada gangguan sistem pembuluh akar oleh cendawan atau bakteri.
Pemberian air pada musim kemarau disarankan sebanyak 10 hingga 15 liter per lubang tanam setiap dua hari sekali pada pagi hari. Penyiraman yang terlalu sering hingga menggenangi piringan akar justru memicu perkembangan patogen pembusuk akar yang memperparah kondisi layu pada markisa.
Sanitasi kebun dan pemberian mulsa organik setebal 5 hingga 10 cm di sekitar piringan tanaman sangat efektif menekan suhu tanah saat kemarau. Pastikan posisi mulsa berjarak sekitar 10 cm dari batang utama guna mencegah kelembapan berlebih yang disukai patogen tanah.





