Penyebab pertama adalah virus, misalnya Cucumber mosaic virus (CMV) atau Passion fruit woodiness virus (PWV). Ciri daun keriting disertai mosaik (bercak kuning-hijau tidak merata), daun mengecil, dan pertumbuhan tanaman terhambat. Virus ditularkan oleh kutu daun (aphids). Solusinya: cabut dan bakar tanaman yang terinfeksi berat, kendalikan vektor kutu daun dengan insektisida nabati (misal ekstrak mimba) atau musuh alami seperti kumbang koksi.
Penyebab kedua adalah tungau merah (Tetranychus sp.) yang aktif di musim kemarau. Daun keriting ke bawah, ada jaring halus di permukaan bawah daun, dan bercak kuning kecil (stippling). Solusi: semprot dengan air bertekanan tinggi untuk mengurangi populasi, gunakan predator seperti Phytoseiulus persimilis, atau aplikasi akarisida sesuai rekomendasi BPP setempat.
Penyebab ketiga adalah cekaman air karena kemarau. Daun keriting ke dalam (menggulung) tanpa bercak atau jaring, tanah retak, dan daun layu pada siang hari. Solusi: beri mulsa organik setebal 5-10 cm di sekitar pangkal, siram 2-3 kali seminggu dengan volume 10-15 liter per tanaman dewasa, dan perbaiki drainase jika perlu.