Penyebab utama daun markisa keriting dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu faktor biotik berupa serangan hama pengisap (kutu daun, thrips, atau tungau) serta infeksi virus sistemik seperti Passion Fruit Woodiness Virus. Pengamatan tajam pada permukaan bawah daun muda seluas 1 meter persegi tajuk sangat krusial untuk membedakan apakah kerusakan bersifat mekanis akibat isapan cairan atau sistemik akibat infeksi patogen.
Kerusakan akibat hama pengisap biasanya ditandai dengan munculnya bercak kuning, daun menggulung ke bawah, dan ditemukannya serangga kecil atau lapisan lengket embun jelut pada frekuensi pengecekan 2 kali seminggu. Sementara itu, infeksi virus menyebabkan daun tampak menebal, bergelombang kaku, berwarna hijau tua berselang-seling kuning atau mosaik, dan tidak membaik meskipun hama pembawa sudah dibasmi.
Untuk penanganan saat musim kemarau, lakukan penyiraman teratur sebanyak 10 hingga 15 liter per tanaman setiap 2 hari sekali agar tanaman tidak mengalami stres air yang memperparah keriting daun. Aplikasikan mulsa organik setebal 5 hingga 8 sentimeter di sekeliling piringan perakaran untuk menjaga kelembapan tanah, serta lakukan pemangkasan sanitasi pada tunas-tunas air yang terserang parah setiap 14 hari sekali.





