Selain faktor air, pemenuhan nutrisi menjadi sangat vital saat kemarau karena tanah yang kering menyulitkan akar menyerap hara. Defisiensi unsur Nitrogen (N) dan Magnesium (Mg) sering kali memicu pembentukan klorofil terganggu. Aplikasi pupuk kandang sapi atau kambing yang sudah matang sebanyak 5 sampai 10 kg per lubang tanam setiap tiga bulan sangat membantu menjaga ketersediaan hara makro dan mikro di zona perakaran.
Musim kemarau juga memicu ledakan populasi hama pengisap seperti tungau merah dan kutu daun. Hama-hama kecil ini merusak jaringan epidermis daun dengan mengisap cairan sel, meninggalkan bintik-bintik kuning yang lambat laun meluas ke seluruh permukaan daun. Pengamatan rutin pada bagian bawah permukaan daun setiap tiga hari sekali sangat dianjurkan untuk mendeteksi keberadaan serangga tersebut secara dini.
Pemulihan tanaman markisa yang mengalami kuning daun membutuhkan waktu sekitar 14 hingga 28 hari setelah tindakan perbaikan dilakukan. Pengaturan naungan sementara, pemangkasan cabang yang tidak produktif, serta pemberian mulsa organik setebal 5 sampai 10 cm di atas permukaan piringan tanah akan mempercepat pembentukan tunas dan daun baru yang sehat dan hijau segar.





