Markisa, Cara Merawat Markisa Agar Subur, Sehat, dan Berbuah Lebat
Thanh Long Bùi / Pexels

Cara Merawat Markisa Agar Subur, Sehat, dan Berbuah Lebat

Perawatan markisa yang efektif meliputi pemangkasan rutin, penyiraman teratur, pembuatan rambatan yang kokoh, serta pemupukan berkala sepanjang tahun.

Jawaban singkat

Markisa (Passiflora edulis) membutuhkan tiang rambatan atau para-para setinggi 1,8 hingga 2 meter agar tajuk tanaman dapat berkembang optimal di bawah paparan sinar matahari penuh selama 6 hingga 8 jam sehari. Pada awal musim hujan, pastikan jarak tanam dijaga ideal sekitar 2 hingga 3 meter antar pohon untuk mencegah penumpukan kelembapan berlebih yang dapat memicu perkembangan penyakit jamur pada daun dan batang.

Ringkas: Markisa

Cahaya
Sinar matahari penuh (minimal 6 jam per hari)
Penyiraman
Siram 2-3 kali seminggu, lebih sering saat musim kemarau
Musim
Sepanjang tahun, panen raya musim kemarau
Tingkat Kesulitan
Sedang

Butuh rambatan kuat dan pemangkasan rutin

Penyiraman dilakukan secara konsisten sebanyak 1 hingga 2 kali sehari pada musim kemarau, yaitu pada pagi hari sebelum jam 09.00 dan sore hari setelah jam 15.00 dengan volume sekitar 5 hingga 10 liter air per piringan tanaman. Saat memasuki puncak musim hujan, kurangi frekuensi penyiraman dan buat parit drainase selebar 30 cm di sekeliling area perakaran agar air tidak tergenang yang dapat menyebabkan pembusukan akar.

Pemupukan susulan berfokus pada pemberian bahan organik seperti pupuk kompos atau kandang yang matang sebanyak 5 hingga 10 kg per pohon setiap 3 bulan sekali. Untuk mendorong pembentukan bunga dan buah, berikan pemupukan unsur makro secara seimbang setiap 1 bulan sekali pada fase vegetatif, lalu tingkatkan kandungan kalium saat tanaman mulai memanjangkan sulur produktif pada bulan ke-5 setelah tanam.

Pemangkasan bentuk dan sanitasi wajib dijalankan secara rutin setiap 2 hingga 3 bulan sekali dengan memotong cabang mati, cabang cacing, serta membatasi panjang cabang sekunder hingga 1,5 meter. Langkah pemangkasan ini sangat penting untuk merangsang penetrasi cahaya hingga 100 persen ke dalam kanopi dan mendorong tumbuhnya tunas-tunas baru yang siap memunculkan bakal bunga.

Langkah-langkah

  1. Pembuatan Tiang Rambatan: Pasang tiang kayu atau beton setinggi 2 meter yang dihubungkan dengan kawat anyaman di bagian atas sebagai penopang sulur markisa.
  2. Pemangkasan Cabang Air: Potong tunas air dan cabang cacing yang tumbuh di batang utama hingga ketinggian 1,5 meter agar nutrisi fokus ke cabang utama.
  3. Pemberian Pupuk Berkala: Benamkan pupuk kompos matang sebanyak 5 kg di piringan tanaman setiap 3 bulan dan berikan pupuk makro bulanan.
  4. Sanitasi Piringan Tanaman: Bersihkan gulma di area piringan radius 1 meter secara rutin untuk mencegah persaingan hara dan sarang hama.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama markisa mulai berbuah sejak awal ditanam?

Markisa dari hasil perbanyakan vegetatif seperti stek atau cangkok biasanya mulai berbuah pada umur 5 hingga 7 bulan setelah ditanam.

Mengapa bunga markisa banyak yang gugur sebelum menjadi buah?

Gugurnya bunga umumnya disebabkan oleh kurangnya penyerbukan oleh serangga, stres kekeringan di musim kemarau, atau kekurangan unsur hara fosfor dan kalium.

Apakah markisa bisa ditanam dalam pot untuk pekarangan rumah?

Bisa, gunakan pot berdiameter minimal 50 cm dengan media tanam yang poros dan sediakan tiang rambatan kawat berbentuk teralis.

Berapa lama usia produktif dari satu pohon markisa?

Tanaman markisa memiliki usia produktif optimal antara 3 hingga 5 tahun sebelum kinerjanya menurun dan memerlukan peremajaan tanaman.

Bagaimana ciri buah markisa yang sudah matang dan siap dipanen?

Buah matang ditandai dengan perubahan warna kulit menjadi ungu tua atau kuning cerah, aromanya harum, dan terasa agak lunak saat ditekan pelan.

Lebih lanjut tentang Markisa

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.