Penyiraman dilakukan secara konsisten sebanyak 1 hingga 2 kali sehari pada musim kemarau, yaitu pada pagi hari sebelum jam 09.00 dan sore hari setelah jam 15.00 dengan volume sekitar 5 hingga 10 liter air per piringan tanaman. Saat memasuki puncak musim hujan, kurangi frekuensi penyiraman dan buat parit drainase selebar 30 cm di sekeliling area perakaran agar air tidak tergenang yang dapat menyebabkan pembusukan akar.
Pemupukan susulan berfokus pada pemberian bahan organik seperti pupuk kompos atau kandang yang matang sebanyak 5 hingga 10 kg per pohon setiap 3 bulan sekali. Untuk mendorong pembentukan bunga dan buah, berikan pemupukan unsur makro secara seimbang setiap 1 bulan sekali pada fase vegetatif, lalu tingkatkan kandungan kalium saat tanaman mulai memanjangkan sulur produktif pada bulan ke-5 setelah tanam.
Pemangkasan bentuk dan sanitasi wajib dijalankan secara rutin setiap 2 hingga 3 bulan sekali dengan memotong cabang mati, cabang cacing, serta membatasi panjang cabang sekunder hingga 1,5 meter. Langkah pemangkasan ini sangat penting untuk merangsang penetrasi cahaya hingga 100 persen ke dalam kanopi dan mendorong tumbuhnya tunas-tunas baru yang siap memunculkan bakal bunga.





