Tanaman markisa merupakan tumbuhan merambat yang memerlukan tiang panjatan atau para-para setinggi 2 meter menggunakan kayu tebal atau kawat galvalum. Buat jarak tanam ideal 2x3 meter antarpopulasi untuk memastikan sirkulasi udara berlangsung lancar dan kanopi tanaman menerima sinar matahari langsung minimal 6-8 jam setiap hari.
Pemeliharaan harian mencakup penyiraman 1-2 kali sehari saat musim kemarau dan pemberian pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 200 gram per tanaman yang diulang setiap 3 bulan sekali. Lakukan pemangkasan bentuk pada batang utama saat mencapai ketinggian 1,5 meter untuk memicu pertumbuhan cabang sekunder dan tersier yang merupakan tempat keluarnya bakal bunga.
Pemanenan pertama markisa biasanya dapat dilakukan saat tanaman berumur 8-10 bulan setelah pemindahan bibit ke lahan. Buah markisa yang siap dipetik ditandai dengan perubahan warna kulit dari hijau menjadi ungu tua atau kuning cerah, serta mengeluarkan aroma khas yang harum.





