Mangga, Penyebab Pohon Mangga Tidak Berbuah dan Cara Mengatasinya
Rajesh S Balouria / Pexels

Penyebab Pohon Mangga Tidak Berbuah dan Cara Mengatasinya

Pohon mangga yang mogok berbuah umumnya disebabkan oleh ketidakseimbangan nutrisi, tajuk yang terlalu rimbun, atau tidak adanya fase stres air pada awal musim kemarau.

Jawaban singkat

Pohon mangga (Mangifera indica) membutuhkan meristem generatif yang terstimulasi untuk menghasilkan bunga, terutama melalui fase Kering atau stres air selama 2 hingga 3 bulan pada awal musim kemarau, yaitu antara bulan Mei hingga Agustus di Indonesia. Jika penyiraman penuh terus dilakukan sepanjang tahun tanpa henti, tanaman akan terjebak dalam fase vegetatif dan terus memproduksi daun muda alih-alih calon malai bunga.

Ringkas: Mangga

Cahaya
Penuh minimal 8 jam sehari
Penyiraman
Sedang, kurangi drastis di awal kemarau
Musim
Kemarau untuk induksi bunga
Tingkat Kesulitan
Sedang

Membutuhkan kombinasi stres air dan nutrisi yang tepat.

Ketidakseimbangan nutrisi menjadi penyebab teknis utama berikutnya. Pemberian pupuk bersumber nitrogen tinggi secara berlebihan, misalnya dosis urea yang melebihi 500 gram per pohon dewasa setiap bulan, akan memicu kerimbunan daun yang steril. Tanaman memerlukan pengalihan nutrisi menuju fosfor dan kalium tinggi sebanyak 300 hingga 500 gram per pohon menjelang musim kemarau untuk memicu pembelahan sel pembungaan.

Penetrasi sinar matahari yang kurang akibat tajuk terlalu rapat juga menekan pembentukan karbohidrat cadangan di dalam batang. Tanaman mangga membutuhkan sinar matahari langsung minimal 6 hingga 8 jam setiap hari. Tanpa pemangkasan pemeliharaan rutin untuk membuang tunas air dan cabang dalam, pembentukan hormon pembungaan akan terhambat secara drastis.

Gangguan hama seperti wereng mangga dan penyakit antraknosa pada saat malai bunga baru muncul sering kali membuat calon buah gugur sebelum berkembang. Sanitasi kebun secara berkala setiap 2 minggu sekali di sekitar piringan pohon sangat efektif untuk menekan populasi hama pengganggu dan memastikan pembungaan berhasil menjadi buah secara optimal.

Penyebab & Cara Mengatasi

Ketidakseimbangan Nutrisi (Kelebihan Nitrogen)

Ciri: Pohon sangat rimbun, daun berwarna hijau tua mengilap, dan terus menerus memproduksi trubus muda tanpa ada tanda munculnya malai bunga.

Solusi: Hentikan pemberian pupuk nitrogen tinggi, pangkas tunas air, dan berikan pupuk tinggi unsur Fosfor serta Kalium pada awal musim kemarau.

Kegagalan Stres Air Fisiologis

Ciri: Pohon tetap disiram basah setiap hari di pertengahan musim kemarau, sehingga tanaman tidak mengalami kondisi sedikit tertekan yang memicu bunga.

Solusi: Lakukan penghentian penyiraman secara total selama 2 hingga 4 minggu sampai daun terlihat sedikit layu, lalu beri pengocoran air secara bertahap.

Tajuk Terlalu Rimbun dan Kurang Cahaya

Ciri: Bagian dalam tajuk sangat gelap, banyak cabang bersilangan dan mati, bunga hanya muncul sedikit di pucuk terluar yang terkena matahari.

Solusi: Lakukan pemangkasan tajuk dengan pola pemangkasan pemeliharaan agar sinar matahari dapat menembus hingga ke bagian dalam cabang utama.

Serangan Wereng Bunga dan Jamur Antraknosa

Ciri: Malai bunga sempat muncul tetapi cepat mengering, berwarna hitam kecokelatan, dan rontok massal sebelum sempat menjadi pentil buah.

Solusi: Lakukan pemangkasan sanitasi, pangkas bagian yang terinfeksi, dan konsultasikan opsi pengendalian yang aman dengan penyuluh pertanian setempat.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pemangkasan pemeliharaan pada awal musim kemarau dengan membuang tunas air, cabang kering, dan cabang yang tumbuh ke arah dalam tajuk.
  2. Hentikan penyiraman secara total selama 2 hingga 4 minggu pada pertengahan musim kemarau untuk memberikan kejutan stres air fisiologis pada tanaman.
  3. Aplikasikan pupuk unsur Fosfor dan Kalium tinggi pada parit melingkar di bawah tajuk luar tanaman segera setelah periode stres air selesai.
  4. Lakukan pengeratan kulit batang secara melingkar selebar 0,5 cm pada pohon dewasa yang sehat jika manipulasi nutrisi dan stres air belum membalas pembungaan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa umur minimal pohon mangga hasil vegetatif untuk mulai berbuah?

Pohon mangga hasil okulasi atau cangkok biasanya mulai belajar berbuah pada umur 2 hingga 3 tahun setelah tanam jika mendapatkan perawatan yang memadai.

Apakah pengeratan kulit batang aman dilakukan untuk merangsang bunga?

Pengeratan selebar 0,5 cm aman dilakukan pada pohon dewasa yang sehat dan rimbun, namun jangan melukai kayu bagian dalam secara berlebihan.

Mengapa bunga mangga mekar lebat tetapi tidak ada yang menjadi buah?

Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kurangnya serangga penyerbuk, kelembapan udara yang terlalu tinggi, atau serangan hama thrips dan wereng saat bunga mekar.

Bolehkah memberikan pupuk urea saat pohon sedang berbunga lebat?

Sangat tidak disarankan karena pemberian nitrogen tinggi saat berbunga dapat menyebabkan malai bunga gugur dan tanaman kembali membentuk daun muda.

Bagaimana mengatasi gugurnya pentil buah mangga yang sebesar kelereng?

Jagalah ketersediaan air tanah tetap stabil dan teratur, serta berikan unsur hara kalsium untuk memperkuat tangkai buah dari risiko kerontokan.

Lebih lanjut tentang Mangga

Panduan terkait

Tidak Berbuah, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.