Penyebab lain yang sangat umum adalah asal bibit tanaman yang berasal dari biji generatif. Pohon mangga dari biji membutuhkan waktu delapan hingga lima belas tahun untuk matang secara fisiologis dan mulai berbuah. Sebaliknya, pohon dari bibit sambung pucuk atau okulasi dapat mulai berbuah dalam waktu dua hingga empat tahun setelah ditanam di lahan terbuka dengan sinar matahari penuh.
Kurangnya pencahayaan juga menjadi faktor pembatas utama di pekarangan padat penduduk atau kebun yang ternaungi pohon besar. Mangga adalah tanaman tropis yang mutlak membutuhkan penyinaran matahari penuh minimal delapan jam sehari untuk memicu pembentukan bunga. Pemangkasan rutin pada cabang yang rimbun dan tumpang tindih sangat penting untuk membuka tajuk agar sinar matahari dapat menembus hingga ke bagian dalam pohon.
Untuk merangsang pembuahan secara alami, kita dapat menerapkan teknik stres air ringan selama empat minggu di awal musim kemarau dengan mengurangi frekuensi penyiraman secara drastis hingga daun sedikit layu. Setelah itu, berikan pupuk perangsang buah kaya fosfor dan kalium di sekeliling tajuk sebanyak satu hingga dua kilogram per pohon, diikuti penyiraman kembali secara bertahap untuk memicu keluarnya malai bunga.