Ketidakseimbangan nutrisi menjadi penyebab teknis utama berikutnya. Pemberian pupuk bersumber nitrogen tinggi secara berlebihan, misalnya dosis urea yang melebihi 500 gram per pohon dewasa setiap bulan, akan memicu kerimbunan daun yang steril. Tanaman memerlukan pengalihan nutrisi menuju fosfor dan kalium tinggi sebanyak 300 hingga 500 gram per pohon menjelang musim kemarau untuk memicu pembelahan sel pembungaan.
Penetrasi sinar matahari yang kurang akibat tajuk terlalu rapat juga menekan pembentukan karbohidrat cadangan di dalam batang. Tanaman mangga membutuhkan sinar matahari langsung minimal 6 hingga 8 jam setiap hari. Tanpa pemangkasan pemeliharaan rutin untuk membuang tunas air dan cabang dalam, pembentukan hormon pembungaan akan terhambat secara drastis.
Gangguan hama seperti wereng mangga dan penyakit antraknosa pada saat malai bunga baru muncul sering kali membuat calon buah gugur sebelum berkembang. Sanitasi kebun secara berkala setiap 2 minggu sekali di sekitar piringan pohon sangat efektif untuk menekan populasi hama pengganggu dan memastikan pembungaan berhasil menjadi buah secara optimal.





