Mangga, Daun Mangga Keriting: Diagnosis Penyebab dan Cara Mengatasinya
Rajesh S Balouria / Pexels

Daun Mangga Keriting: Diagnosis Penyebab dan Cara Mengatasinya

Masalah daun mangga keriting umumnya disebabkan oleh serangan hama penyedot cairan seperti kutu daun dan thrips, infeksi jamur, atau stres lingkungan pada musim kemarau.

Jawaban singkat

Gejala daun mangga keriting sering kali muncul secara mendadak pada tunas muda atau daun pucuk, terutama saat memasuki puncak musim kemarau antara bulan Juli hingga September di Indonesia. Serangan hama seperti thrips dan kutu loncat meningkat pesat ketika kelembapan udara menurun di bawah 60 persen dan suhu harian melampaui 32 derajat Celsius. Penurunan kualitas daun muda ini secara langsung mengganggu proses fotosintesis, sehingga pertumbuhan tajuk tanaman menjadi terhambat hingga 40 persen jika tidak segera ditangani.

Ringkas: Mangga

Cahaya
Penuh minimal 8 jam sehari
Penyiraman
Sedang, kurangi drastis di awal kemarau
Musim
Kemarau untuk induksi bunga
Tingkat Kesulitan
Sedang

Membutuhkan kombinasi stres air dan nutrisi yang tepat.

Selain faktor hama, serangan cendawan pemicu penyakit embun tepung juga menjadi pemicu utama bentuk daun yang terpilin dan berubah warna menjadi keperakan atau kehitaman. Jamur ini berkembang biak dengan cepat pada kondisi malam hari yang lembap di atas 85 persen yang diikuti oleh siang hari yang terik berangin. Pengamatan rutin minimal 2 kali seminggu pada area pucuk tanaman sangat disarankan agar tindakan pengendalian mekanis maupun biologis dapat dilakukan sebelum kerusakan menyebar ke seluruh percabangan.

Penyebab non-biologis yang sering terabaikan oleh pekebun adalah kurangnya pasokan unsur hara mikro seperti Kalsium dan Boron serta stres dehidrasi saat tanah mengering di musim kemarau. Tanaman mangga dewasa membutuhkan penyiraman berkala setidaknya 20 hingga 40 liter air per pohon setiap 3 sampai 5 hari sekali jika tidak ada hujan sama sekali. Kekurangan air berlarut-larut menyebabkan sel-sel daun muda tumbuh tidak seimbang sehingga helaian daun menggulung, mengeras, dan akhirnya rontok secara prematur.

Pengendalian efektif diawali dengan sanitasi kebun secara menyeluruh, yaitu memangkas tunas-tunas air yang terlalu rimbun dan membersihkan gulma di radius 2 meter dari pangkal batang. Langkah ini memperbaiki sirkulasi udara dan intensitas cahaya matahari pagi yang masuk hingga 80 persen ke dalam interior tajuk. Jika populasi hama sudah melampaui ambang batas, pangkas bagian daun yang keriting parah lalu musnahkan dengan cara dikubur atau dibakar jauh dari lokasi perkebunan.

Penyebab & Cara Mengatasi

Hama Thrips dan Kutu Daun (Aphid)

Ciri: Helaian daun muda menggulung ke atas, mengkerut, serta terdapat bercak keperakan atau lapisan jelaga hitam di permukaan bawah daun.

Solusi: Semprotkan larutan sabun pencuci piring lembut atau minyak mimba pada pagi hari, dan pangkas pucuk yang terserang parah.

Infeksi Jamur Embun Tepung

Ciri: Daun keriting memutar, kaku, dan dilapisi serbuk putih abu-abu seperti tepung pada permukaan daun atau tangkai muda.

Solusi: Pangkas cabang yang tertutup embun tepung, tingkatkan pencahayaan tajuk, dan aplikasikan agen hayati Trichoderma sesuai anjuran.

Defisiensi Kalsium dan Boron

Ciri: Tepi daun muda menggulung ke bawah, bentuk daun tidak simetris, dan bagian pucuk tanaman mengalami mati jaringan.

Solusi: Berikan pupuk organik kaya hara mikro atau pupuk kalsium-boron lewat pemupukan akar dan semprotan daun.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pemeriksaan visual pada permukaan atas dan bawah daun muda mangga setidaknya seminggu sekali.
  2. Pangkas semua bagian pucuk atau daun yang mengkerut parah dan kumpulkan dalam wadah tertutup untuk dimusnahkan.
  3. Bersihkan gulma serta sisa dedaunan kering di bawah tajuk pohon hingga radius 1,5 meter dari batang utama.
  4. Lakukan penyiraman secara teratur sebanyak 20 sampai 30 liter per pohon tiap 4 hari sekali selama musim kemarau panjang.
  5. Semprotkan pestisida nabati seperti ekstrak daun mimba pada sore hari untuk menekan populasi hama penyedot cairan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah daun mangga yang sudah keriting bisa kembali lurus dan normal?

Tidak, jaringan daun yang sudah mengalami deformasi atau keriting tidak dapat kembali normal. Namun, penanganan yang tepat akan memastikan daun baru yang muncul berikutnya tumbuh sehat.

Mengapa daun mangga keriting lebih sering terjadi pada musim kemarau?

Pada musim kemarau, populasi hama penyedot cairan seperti thrips dan kutu berkembang cepat karena cuaca panas dan kering, bersamaan dengan stres kekurangan air pada tanaman.

Apakah pemangkasan daun keriting akan mengganggu pertumbuhan pohon mangga?

Pemangkasan selektif justru membantu penyembuhan tanaman karena menghilangkan sumber penularan hama atau penyakit dan merangsang pembentukan tunas baru yang lebih sehat.

Bisakah air cucian beras digunakan untuk mengatasi daun mangga keriting?

Air cucian beras memberikan tambahan nutrisi mikro dan merangsang mikroorganisme tanah, tetapi tidak bisa membunuh hama penyedot. Penggunaannya harus dikombinasikan dengan pemangkasan dan pengendalian hama.

Apa perbedaan daun keriting akibat hama dan akibat kekurangan nutrisi?

Keriting akibat hama biasanya disertai bercak, jelaga, atau bekas gigitan di bawah daun, sedangkan akibat defisiensi nutrisi terjadi secara merata pada daun muda tanpa ada tanda serangga.

Lebih lanjut tentang Mangga

Panduan terkait

Daun Keriting, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.