Daun Mangga Keriting: Penyebab & Solusi

Daun mangga keriting di musim kemarau bisa disebabkan oleh hama atau faktor lingkungan. Simak diagnosis dan solusi tepatnya.

Jawaban singkat

Daun mangga keriting sering muncul saat musim kemarau di Indonesia. Penyebab utamanya adalah serangan hama kutu daun (aphids) atau tungau, serta stres air karena kekeringan. Perhatikan ciri-ciri spesifik untuk menentukan penyebab yang tepat agar penanganan efektif.

Ringkas: Mangga

Cahaya
Penuh minimal 8 jam sehari
Penyiraman
Sedang, kurangi drastis di awal kemarau
Musim
Kemarau untuk induksi bunga
Tingkat Kesulitan
Sedang

Membutuhkan kombinasi stres air dan nutrisi yang tepat.

Kutu daun (Aphids) biasanya menyerang pucuk daun muda, menyebabkan daun mengeriting ke bawah, lengket, dan sering diikuti semut. Tungau (mites) menyebabkan daun keriting, menguning, dan ada jaring halus di permukaan bawah daun. Stres air akibat kekurangan air pada musim kemarau juga bisa membuat daun keriting, namun biasanya disertai daun layu dan tanah kering.

Untuk kutu daun, semprotkan air bertekanan untuk membersihkan koloni atau gunakan insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba. Untuk tungau, tingkatkan kelembaban dengan menyemprot air pada pagi hari atau gunakan akarisida nabati. Untuk stres air, beri mulsa organik di sekitar pohon dan siram secara teratur 2-3 kali seminggu tergantung kondisi tanah.

Lakukan pemangkasan bagian yang terserang parah untuk merangsang pertumbuhan baru. Hindari pemupukan nitrogen berlebihan karena dapat memicu serangan hama. Pantau secara rutin setiap minggu, terutama saat musim kemarau. Jika gejala menetap, konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat.

Penyebab & Cara Mengatasi

Kutu Daun (Aphids)

Ciri: Daun muda keriting ke bawah, permukaan daun lengket (embun madu), sering ada semut di sekitarnya.

Solusi: Semprot air bertekanan tinggi untuk membuang kutu, aplikasikan insektisida nabati (misal ekstrak daun mimba) setiap 3-4 hari selama 2 minggu.

Tungau (Mites)

Ciri: Daun keriting, menguning, ada jaring halus di bawah daun, terutama di musim kemarau.

Solusi: Tingkatkan kelembaban dengan menyemprot air pada pagi hari, gunakan akarisida nabati (misal ekstrak bawang putih) setiap 5-7 hari.

Stres Air (Kekeringan)

Ciri: Daun keriting, layu, tepi daun kering, tanah retak dan kering.

Solusi: Beri mulsa organik (jerami, dedaunan) setebal 5-10 cm di sekitar batang, siram 2-3 kali seminggu dengan volume cukup hingga basah sedalam 30 cm.

Langkah-langkah

  1. Periksa daun keriting: amati apakah ada kutu, tungau, atau tanda kekeringan.
  2. Jika ada kutu atau tungau, semprot dengan air bertekanan atau aplikasikan pestisida nabati sesuai penyebab.
  3. Jika stres air, beri mulsa dan atur jadwal penyiraman rutin.
  4. Pangkas bagian daun yang rusak parah untuk merangsang pertumbuhan baru.
  5. Pantau setiap minggu, ulangi perlakuan jika diperlukan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah daun mangga keriting bisa sembuh sendiri?

Jika penyebabnya stres air, bisa membaik setelah penyiraman rutin. Namun jika karena hama, perlu penanganan agar tidak meluas.

Kapan waktu terbaik menyemprot pestisida nabati?

Pagi hari (pukul 06.00-08.00) atau sore (16.00-18.00) saat matahari tidak terlalu terik.

Apakah pupuk daun bisa membantu?

Pupuk daun tidak mengatasi penyebab keriting, namun bisa memperkuat tanaman setelah hama terkendali. Gunakan pupuk organik cair sesuai dosis.

Bagaimana cara membedakan keriting karena hama vs kekeringan?

Hama: ada kutu/tungau, daun lengket atau jaring. Kekeringan: tanah kering, daun layu, tanpa hama.

Apakah varietas mangga tertentu lebih rentan?

Varietas lokal seperti Mangga Arumanis dan Gedong Gincu cukup rentan terhadap kutu daun, terutama saat musim kemarau.

Lebih lanjut tentang Mangga

Panduan terkait

Daun Keriting, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.