Memasuki fase generatif (umumnya 3-4 bulan sebelum musim kemarau), kebutuhan pupuk berubah. Kurangi nitrogen dan tingkatkan fosfor (P) serta kalium (K) untuk merangsang pembungaan dan pembentukan buah. Gunakan pupuk NPK dengan kadar P dan K lebih tinggi (misal NPK 12-12-17) sebanyak 1-1,5 kg per pohon, diberikan 2 kali: pertama saat awal pembentukan bunga, kedua saat buah sebesar kelereng. Pada saat yang sama, tambahkan pupuk mikro seperti boron (B) dan seng (Zn) untuk mencegah kerontokan bunga dan buah. Aplikasi pupuk daun juga bisa dilakukan untuk memperkuat jaringan tanaman.
Fase pasca panen adalah waktu kritis untuk memulihkan kondisi pohon. Setelah buah dipanen, berikan pupuk kandang atau kompos sebanyak 20-30 kg per pohon, ditambah pupuk NPK seimbang (15-15-15) 1-2 kg per pohon. Tujuannya mengembalikan unsur hara yang hilang dan merangsang pertumbuhan vegetatif untuk siklus berikutnya. Jangan lupa untuk melakukan pemangkasan ringan setelah panen agar sinar matahari merata dan memudahkan aplikasi pupuk. Pupuk sebaiknya diberikan di sekitar tajuk pohon dengan cara dikocor atau ditabur, lalu ditutup tanah tipis agar tidak menguap.
Tips penting: hindari pemupukan saat musim kemarau tanpa irigasi karena pupuk bisa membakar akar. Sebaiknya pupuk diberikan setelah hujan atau bersamaan dengan penyiraman. Untuk pohon mangga yang sudah dewasa (di atas 5 tahun), dosis pupuk NPK bisa ditingkatkan hingga 2-3 kg per pohon per tahun, dibagi dalam 3-4 kali aplikasi. Selalu perhatikan kondisi tanah dan daun; jika daun menguning, tambahkan pupuk N; jika buah kecil, tambahkan K. Konsultasi dengan penyuluh pertanian setempat untuk analisis tanah yang lebih akurat.