Salah satu penyakit yang paling sering mendominasi kebun mangga saat curah hujan tinggi adalah antraknosa yang disebabkan oleh cendawan Colletotrichum gloeosporioides. Penyakit ini menyerang hampir semua bagian tanaman, mulai dari pucuk muda, bunga, hingga buah mangga yang siap panen dengan meninggalkan bercak kehitaman yang cekung. Jika tidak segera ditangani melalui pemangkasan bagian yang sakit dan pengaturan jarak tanam untuk menurunkan kelembapan, serangan ini dapat menyebabkan kegagalan panen hingga 80 persen karena bunga rontok dan buah membusuk sebelum matang.
Selain antraknosa, masalah lain yang kerap muncul di musim hujan adalah penyakit embun jelaga yang ditandai dengan lapisan hitam menyerupai serbuk arang menutupi permukaan daun. Penyakit ini sebenarnya dipicu oleh kehadiran kutu-kutuan yang mengeluarkan cairan manis, sehingga kebersihan tajuk pohon dan pengendalian hama pengisap menjadi syarat mutlak pemulihan. Petani dianjurkan melakukan sanitasi kebun secara rutin setiap minggu dengan membersihkan gulma di sekitar perakaran dan memangkas dahan yang saling bersentuhan agar sirkulasi udara di dalam tajuk pohon kembali lancar.
Langkah preventif dan kuratif harus berjalan seimbang dengan mengutamakan praktik budidaya yang sehat, seperti pemupukan berimbang untuk meningkatkan ketahanan alami tanaman mangga. Penggunaan bahan kimia pengendali harus selalu mematuhi petunjuk pada label kemasan serta diiringi dengan konsultasi bersama petugas Penyuluh Pertanian Lapangan di BPP setempat agar jenis dan waktu aplikasi benar-benar efektif. Dengan ketepatan diagnosis dan kedisiplinan pemeliharaan harian, kebun mangga Anda akan tetap produktif dan menghasilkan buah berkualitas tinggi meskipun di tengah cuaca ekstrem.