Selain stres air, ketidakseimbangan nutrisi di dalam tanah menjadi pemicu utama lainnya. Kekurangan unsur hara makro seperti nitrogen membuat seluruh helai daun menguning secara merata, sedangkan kekurangan unsur mikronutrien seperti besi (Fe) menyebabkan klorosis interveinal, yaitu area di antara tulang daun memucat kuning sementara tulang daun tetap hijau. Pemberian pupuk organik padat sebanyak 15 hingga 20 kg per pohon setiap 6 bulan sekali sangat efektif menjaga ketersediaan hara makro dan mikro.
Serangan hama pengisap cairan seperti kutu kebul, kutu tempurung, dan tungau merah juga memicu daun mangga menguning drastis. Kutu dan tungau bereproduksi sangat cepat pada suhu udara di atas 30 derajat Celsius selama musim kemarau. Hama ini mengisap cairan sel foliar pada permukaan bawah daun, merusak klorofil, dan sering meninggalkan lapisan embun jelaga yang menghambat proses fotosintesis secara keseluruhan.
Untuk mengatasi masalah ini secara permanen, lakukan penyiraman secara berkala sebanyak 40 hingga 60 liter air per pohon dewasa, dilakukan 2 kali seminggu pada pagi hari sebelum pukul 09.00 WIB. Kombinasikan penyiraman dengan pembersihan gulma di area piringan pohon seluas radius 1,5 meter dari pangkal batang untuk mengurangi kompetisi penyerapan air dan nutrisi, serta lakukan pemangkasan sanitasi pada cabang yang terlalu rapat agar sirkulasi udara lancar.





