Langkah pertama dalam diagnosis adalah memeriksa tingkat kelembapan tanah di sekitar perakaran mangga secara berkala setiap dua hari sekali. Pada musim kemarau, frekuensi penyiraman harus ditingkatkan menjadi dua kali sehari, yakni pagi dan sore hari, dengan volume air sekitar 20 hingga 30 liter per pohon dewasa untuk memastikan zona perakaran tetap basah. Pastikan juga area sekitar pangkal batang bersih dari gulma yang dapat merebut pasokan air serta nutrisi penting dari tanah.
Selain masalah air, perhatikan pula kemungkinan serangan hama kecil seperti tungau atau kutu kebul yang bersembunyi di balik daun dan mengisap cairan daun. Hama ini meninggalkan bercak kuning kecil yang lama-kelamaan menyebar dan membuat daun rontok massal. Lakukan pemangkasan ringan pada cabang yang terlalu rimbun atau saling bertumpukan untuk memperbaiki sirkulasi udara dan penetrasi cahaya matahari ke seluruh bagian tajuk pohon mangga.
Pemberian pupuk susulan yang kaya unsur hara makro sangat dianjurkan untuk memulihkan vigor tanaman mangga yang mengalami klorosis atau menguning. Berikan pupuk organik matang sebanyak 10 hingga 15 kilogram per pohon setiap tiga bulan sekali, dicampur merata pada parit melingkar di bawah tajuk luar daun. Selalu kombinasikan praktik pemupukan ini dengan pengamatan visual harian agar setiap perubahan warna daun dapat ditangani sejak dini sebelum menyebar ke seluruh bagian tanaman.