Mangga, Daun Mangga Menguning: Penyebab & Cara Mengatasinya
Rajesh S Balouria / Pexels

Daun Mangga Menguning: Penyebab & Cara Mengatasinya

Daun mangga yang menguning saat musim kemarau umumnya disebabkan oleh stres kekeringan, serangan hama pengisap, atau kekurangan unsur hara nitrogen dan besi.

Jawaban singkat

Daun mangga (Mangifera indica) yang berubah warna menjadi kuning merupakan tanda bahwa tanaman mengalami gangguan fisiologis atau serangan organisme pengganggu tumbuhan. Di wilayah Indonesia, fenomena ini paling sering terlihat pada masa peralihan menuju puncak musim kemarau sekitar bulan Juli hingga September. Tanaman dewasa setinggi 3 hingga 5 meter yang kekurangan suplai air akan menunjukkan gejala penguningan yang dimulai dari daun tua di bagian bawah tajuk.

Ringkas: Mangga

Cahaya
Penuh minimal 8 jam sehari
Penyiraman
Sedang, kurangi drastis di awal kemarau
Musim
Kemarau untuk induksi bunga
Tingkat Kesulitan
Sedang

Membutuhkan kombinasi stres air dan nutrisi yang tepat.

Selain stres air, ketidakseimbangan nutrisi di dalam tanah menjadi pemicu utama lainnya. Kekurangan unsur hara makro seperti nitrogen membuat seluruh helai daun menguning secara merata, sedangkan kekurangan unsur mikronutrien seperti besi (Fe) menyebabkan klorosis interveinal, yaitu area di antara tulang daun memucat kuning sementara tulang daun tetap hijau. Pemberian pupuk organik padat sebanyak 15 hingga 20 kg per pohon setiap 6 bulan sekali sangat efektif menjaga ketersediaan hara makro dan mikro.

Serangan hama pengisap cairan seperti kutu kebul, kutu tempurung, dan tungau merah juga memicu daun mangga menguning drastis. Kutu dan tungau bereproduksi sangat cepat pada suhu udara di atas 30 derajat Celsius selama musim kemarau. Hama ini mengisap cairan sel foliar pada permukaan bawah daun, merusak klorofil, dan sering meninggalkan lapisan embun jelaga yang menghambat proses fotosintesis secara keseluruhan.

Untuk mengatasi masalah ini secara permanen, lakukan penyiraman secara berkala sebanyak 40 hingga 60 liter air per pohon dewasa, dilakukan 2 kali seminggu pada pagi hari sebelum pukul 09.00 WIB. Kombinasikan penyiraman dengan pembersihan gulma di area piringan pohon seluas radius 1,5 meter dari pangkal batang untuk mengurangi kompetisi penyerapan air dan nutrisi, serta lakukan pemangkasan sanitasi pada cabang yang terlalu rapat agar sirkulasi udara lancar.

Penyebab & Cara Mengatasi

Stres Kekeringan (Kekurangan Air)

Ciri: Daun tua bagian bawah menguning, layu, ujung daun mengering berwarna cokelat, dan tanah piringan terlihat retak.

Solusi: Berikan penyiraman bertahap sebanyak 40-60 liter per pohon dewasa sebanyak 2 kali seminggu dan tutup piringan tanah dengan mulsa organik.

Defisiensi Unsur Hara (Nitrogen atau Besi)

Ciri: Jika kurang Nitrogen, seluruh helai daun menguning merata. Jika kurang Besi, jaringan di antara tulang daun menguning (klorosis) sedangkan tulang daun tetap hijau.

Solusi: Benamkan kompos matang 15-20 kg per pohon dan berikan pupuk pelengkap yang kaya unsur mikro sesuai fase pertumbuhan.

Serangan Hama Pengisap (Tungau / Kutu Kebul)

Ciri: Terdapat bintik-bintik kuning pada permukaan atas daun, ada jelaga atau lapisan putih/merah di bawah daun, dan daun melengkung.

Solusi: Semprot bagian bawah daun dengan semprotan air bertekanan, lalu aplikasikan pestisida nabati berbahan minyak mimba secara merata.

Drainase Buruk / Busuk Akar

Ciri: Daun menguning tiba-tiba lalu rontok masif, tanah di bawah piringan terlalu becek, dan pangkal batang terasa lunak atau berbau busuk.

Solusi: Perbaiki parit drainase di sekeliling tajuk agar air tidak menggenang dan hentikan penyiraman sementara waktu.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pemeriksaan visual pada permukaan atas dan bawah helai daun untuk mengidentifikasi keberadaan hama atau gejala klorosis hara.
  2. Cek kelembapan tanah di kedalaman 10 hingga 15 cm di sekitar area perakaran piringan tajuk pohon.
  3. Bersihkan gulma dan rumput liar di sekitar piringan pohon hingga radius 1,5 meter dari pangkal batang.
  4. Lakukan penyiraman secara berkala serta aplikasikan pemupukan susulan yang disesuaikan dengan hasil diagnosis masalah utama.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah daun mangga yang sudah menguning bisa kembali menjadi hijau?

Daun tua yang sudah menguning sempurna tidak bisa kembali hijau dan akan rontok secara alami. Namun, penanganan yang tepat akan membuat tunas dan daun baru tumbuh berwarna hijau segar.

Mengapa daun mangga muda berwarna kemerahan lalu berubah menguning?

Warna kemerahan pada daun muda (pucuk) adalah normal. Namun jika berubah menjadi kuning pucat dan layu, hal itu menandakan tanaman tersengat terik matahari ekstrem atau kekurangan unsur besi.

Berapa frekuensi penyiraman mangga yang ideal saat puncak musim kemarau?

Untuk pohon dewasa berikan 40 hingga 60 liter air per pohon sebanyak 2 kali seminggu. Untuk bibit atau pohon muda di bawah 2 tahun, siram 1 kali sehari pada pagi hari.

Apakah jamur embun jelaga dapat menyebabkan daun mangga menguning?

Ya, embun jelaga menutupi permukaan daun sehingga menghalangi sinar matahari. Akibatnya proses fotosintesis terganggu dan jaringan daun di bawah lapisan hitam tersebut memucat lalu menguning.

Kapan waktu terbaik memberikan pupuk kandang pada mangga yang daunnya menguning?

Berikan pupuk kandang yang sudah terdekomposisi sempurna (matang) pada awal musim hujan atau saat tanah dalam kondisi lembap setelah disiram.

Lebih lanjut tentang Mangga

Panduan terkait

Daun Menguning, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.