Cara Merawat Mangga Agar Subur & Sehat

Panduan lengkap merawat mangga dari pemupukan, penyiraman, hingga pengendalian hama penyakit, sesuai iklim Indonesia sepanjang tahun.

Jawaban singkat

Merawat mangga agar subur dan sehat dimulai dari pemupukan berimbang. Pada musim hujan (Oktober-Maret), berikan pupuk kandang matang 10-20 kg per pohon dewasa setiap 4 bulan. Tambahkan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 500-1000 gram per pohon pada awal musim hujan dan awal kemarau. Untuk pohon muda (1-3 tahun), kurangi dosis setengahnya. Pemupukan dilakukan dengan cara dibenamkan melingkar di bawah tajuk.

Ringkas: Mangga

Cahaya
Penuh minimal 8 jam sehari
Penyiraman
Sedang, kurangi drastis di awal kemarau
Musim
Kemarau untuk induksi bunga
Tingkat Kesulitan
Sedang

Membutuhkan kombinasi stres air dan nutrisi yang tepat.

Penyiraman penting terutama saat kemarau panjang (April-September). Siram pohon mangga dewasa 1-2 kali seminggu dengan volume 20-40 liter per pohon, tergantung jenis tanah. Pada musim hujan, kurangi penyiraman untuk mencegah busuk akar. Mulsa organik seperti jerami atau serabut kelapa setebal 5-10 cm membantu menjaga kelembaban tanah dan menekan gulma.

Pemangkasan dilakukan setahun sekali pada akhir musim hujan (Maret-April). Pangkas cabang yang mati, sakit, atau tumbuh ke dalam. Sisakan 3-4 cabang utama untuk membentuk tajuk terbuka agar sinar matahari masuk merata. Pemangkasan juga merangsang pertumbuhan tunas baru yang akan menjadi cabang produktif. Bersihkan juga tunas air (wiwilan) yang tumbuh vertikal.

Pengendalian hama dan penyakit secara terpadu. Hama utama seperti kutu putih, penggerek batang, dan lalat buah. Untuk kutu putih, semprot dengan air sabun atau ekstrak nimba. Lalat buah dikendalikan dengan perangkap metil eugenol atau pembungkusan buah. Penyakit seperti antraknosa dan embun jelaga dicegah dengan sanitasi kebun, pemangkasan, dan penyemprotan fungisida berbahan aktif tembaga atau belerang sesuai dosis anjuran. Konsultasikan dengan penyuluh setempat untuk rekomendasi spesifik.

Langkah-langkah

  1. Pilih bibit mangga unggul (misal: Arumanis, Gedong Gincu) yang sehat dan bebas hama.
  2. Tanam di lubang tanam 60x60x60 cm dengan campuran tanah dan pupuk kandang 1:1, pada awal musim hujan.
  3. Siram setiap hari selama 2 minggu pertama, lalu kurangi menjadi 2-3 kali seminggu.
  4. Pupuk dengan NPK 15-15-15 100 gram per pohon pada umur 1 bulan, lalu tingkatkan dosis bertahap hingga 500 gram pada umur 2 tahun.
  5. Pangkas cabang tidak produktif setiap akhir musim hujan, sisakan 3-4 cabang utama.
  6. Lakukan pengendalian hama dan penyakit secara rutin, terutama saat musim hujan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa kali pemupukan mangga dalam setahun?

Pemupukan dilakukan 2-3 kali setahun: awal musim hujan, akhir musim hujan, dan awal kemarau. Gunakan pupuk kandang dan NPK.

Mengapa buah mangga rontok sebelum matang?

Penyebabnya bisa karena kekurangan air saat pembentukan buah, serangan hama (lalat buah, kutu), atau penyakit antraknosa. Jaga penyiraman dan lakukan pengendalian hama.

Kapan waktu terbaik memangkas pohon mangga?

Pemangkasan terbaik dilakukan setelah panen, yaitu akhir musim hujan (Maret-April) agar luka cepat kering dan tunas baru tumbuh optimal.

Apa pupuk terbaik untuk mangga agar berbuah lebat?

Pupuk dengan kandungan fosfor (P) dan kalium (K) tinggi, seperti NPK 15-15-15 atau pupuk khusus buah. Tambahkan pupuk kandang untuk memperbaiki struktur tanah.

Bagaimana cara mengatasi daun mangga keriting?

Daun keriting biasanya akibat serangan kutu putih atau tungau. Semprot dengan air sabun atau ekstrak daun mimba. Jika parah, gunakan insektisida berbahan aktif abamektin sesuai dosis.

Apakah mangga perlu disiram setiap hari?

Tidak. Pada musim kemarau, siram 1-2 kali seminggu dengan volume cukup. Pada musim hujan, siram hanya jika tanah kering. Penyiraman berlebihan menyebabkan busuk akar.

Lebih lanjut tentang Mangga

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.