Pemupukan berimbang dilakukan sebanyak 3 sampai 4 kali dalam setahun dengan memanfaatkan peralihan musim di Indonesia. Pada awal musim hujan sekitar bulan Oktober atau November, berikan 10 hingga 20 kg pupuk kandang matang per pohon bersama 250 gram pupuk NPK berimbang. Pada pertengahan musim hujan dan awal musim kemarau sekitar bulan April atau Mei, ulangi pemupukan NPK dengan dosis yang disesuaikan dengan umur serta ukuran tajuk tanaman.
Pemangkasan pemeliharaan dilakukan 1 sampai 2 kali setahun, idealnya pada akhir musim hujan atau setelah masa panen usai. Pangkas tunas air yang tumbuh vertikal, dahan yang bersilangan, serta ranting yang kering atau terserang penyakit agar sinar matahari pagi dapat menembus hingga ke bagian dalam tajuk. Pemangkasan ini efektif menekan kelembapan mikro dan mencegah perkembangan jamur jelaga serta koloni kutu putih.
Pengendalian kesehatan tanaman dilakukan secara terpadu melalui pembersihan piringan pohon sejauh radius 1,5 meter dari batang utama serta penyiangan gulma setiap bulan. Pada saat kelembapan udara tinggi di musim hujan, lakukan pemeriksaan rutin pada daun muda dan kulit batang setiap dua minggu sekali. Sanitasi lingkungan kebun yang bersih akan meminimalkan risiko serangan hama penggerek batang dan penyakit antraknosa.





