Memasuki musim kemarau yang kering di sebagian besar wilayah Indonesia, tanaman jambu biji sangat rentan mengalami stres kekeringan jika penyiraman tidak dilakukan secara rutin sebanyak 10 hingga 15 liter air per pohon setiap dua hari sekali. Sebaliknya, kelembapan tanah yang terlalu tinggi akibat drainase buruk pada musim hujan juga dapat menyebabkan kerontokan bakal buah dan menghambat proses penyerbukan alami oleh serangga di sekitar kebun.
Untuk memicu pembuahan, langkah agronomis yang paling efektif adalah melakukan pemangkasan bentuk dan pemangkasan produksi secara berkala setiap selesai masa panen atau menjelang musim kemarau. Potong cabang yang terlalu rapat, tunas air yang tidak produktif, serta ranting yang sakit untuk membuka tajuk tanaman agar sinar matahari dapat menembus seluruh bagian tanaman dan merangsang keluarnya pucuk bunga baru.
Selain pemangkasan, pemupukan berimbang memegang peranan krusial dalam transisi dari fase vegetatif ke generatif dengan mengaplikasikan pupuk organik matang sebanyak 10 hingga 20 kilogram per pohon ditambah pupuk anorganik kaya fosfor dan kalium setiap tiga bulan sekali. Pastikan juga area sekitar pangkal batang bebas dari gulma pengganggu setinggi lebih dari 10 sentimeter agar penyerapan nutrisi dan air oleh akar tidak terhambat.